Yuni Masruroh: Menjemput Janji Allah Dan Bisyarah Rasulullah

Berita1229 Views
Yuni Masruroh
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – “Subhanallah..walhamdulillah..wa laailaha illallah wallahuakbar…” Kalimat itulah yang muncul saat menyaksikan puluhan ribu umat Islam berkumpul dalam satu perhelatan akbar Aksi Bela Islam 2 12 2018 lalu. Subhanallah.. tidak henti-hentinya lisan ini bertasbih mengagungkan Sang Maha Pemilik Kekuatan. Betapa tidak, aksi yang rutin dilakukan tiap tahunnya, sejak peristiwa pelecehan ayat suci Al Quran oleh Ahok pada 2016 lalu. Kini menjadi ajang reuni umat Islam untuk berkumpul, bersatu dalam satu barisan yang kuat yang tak bisa dihadang oleh siapapun. 
Sekalipun segala macam cara dilakukan oleh para pembenci Islam untuk menghalangi aksi tersebut. Mulai dari membuat acara tandingan, PO bus menolak untuk di sewa bahkan yang sudah terlanjur disewa tiba-tiba membatalkan. Seperti yang dialami oleh para peserta dari banten dan juga dari daerah lain yang mengalami hal serupa. Bahkan, peserta dari Sumatera Barat saat mereka ditolak oleh beberapa PO bus, mereka langsung carter pesawat. Apa yang dilakukan oleh para pembenci Islam hanyalah sia-sia belaka, para peserta aksi sudah memiliki tekad yang bulat menghadiri aksi umat terbesar itu. Bahkan peserta dari seluruh penjuru nusantara hadir dengan semangat perjuangan membela agamanya. karena hati dan pemikiran umat sudah menyatu dalam satu akidah Islam. 
Masih terngiang-ngiang dengan yel-yel yang dilantunkan dalam Aksi Bela Islam hari ahad lalu, “Al Quran pedoman kami… Al Quran petunjuk kami… Al Quran satukan kami…, Aksi bela Islam..aksi bela Islam..aksi bela Islam Allah Allahuakbar…”. MasyaAllah… Umat ini benar-benar sudah disatukan dalam satu kalimat “Laa ilaha illallah….”. Kalimat tauhid inilah yang mampu menyatukan seluruh peserta aksi tanpa memandang status dan jabatan. Pejabat negara, habaib, ustadz, artis, emak-emak militan, anak-anak, bahkan non muslim pun turut hadir memenuhi Monas saat itu. Aksi yang sebelumnya diperkirakan hanya dihadiri oleh segelintir orang saja, namun pada faktanya membuat para pembenci dan penghalang aksi tersebut kebakaran jenggot. Benarlah firman Allah dalam QS.Ali ‘Imran : Ayat 119: 
“Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, Kami beriman, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, Matilah kamu karena kemarahanmu itu! Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”
Tumpah ruahnya peserta Aksi Bela Islam 212 menjadi bukti bagi kita bahwa umat ini bisa disatukan dalam satu naungan panji tauhid. Puluhan ribu panji tauhid berkibar di seantero Monas, dan suatu saat nanti panji tauhid ini akan menaungi umat Islam diseluruh penjuru dunia, bi idznillah. Dengan dakwah yang konsisten dalam memahamkan umat akan kewajiban menerapkan hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan,  pentingnya memuliakan dan meninggikan kalimat tauhid dalam satu kepemimpinan Islam yang akan menjadi pelindung dan penjaga umat dari segala bentuk penjajahan kafir barat. Hanya dengan keyakinan yang menghunjam dalam dada akan kembalinya kehidupan Islam yang mulia. Semoga Allah semakin menguatkan langkah kita dalam menjemput Bisyaroh Rasulullah ini: 
“Akan ada fase kenabian ditengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada fase khilafah berdasarkan metode Kenabian. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada fase kepemimpinan yang dzalim. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Kemudian akan ada penguasa dictator. Dengan kehendak Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengakhirinya jika Dia berkehendak mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian Nabi SAW, diam”. (HR. Ahmad)
“Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik”. (QS. An Nuur: 55)
Dengan keyakinan akan bisyaroh Rasulullah tersebut dan juga janji dari Allah dalam Al Quran akan kembalinya kekuasaan ditangan kaum muslimin, kita jemput bisyaroh dan janji ini dengan selalu konsisten memegang teguh ajaran Islam, mendakwahkannya hingga Islam dimenangkan atas izin Allah Azza wa jalla. Wa ma taufiqi illa billah.[]

Comment