by

Yuslih (Abang Yusril) Tolak Keras Tambang Yang Merusak Laut

Bupati Beltim bersama radarindonesianews.com usai wawancara di kantornya
RADARINDONESIANEWS.COM,
BELTIM– Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza, SE menegaskan
penolakannya terkait beroperasinya kapal isap di perairan Laut Pering
Kecamatan Kelapa Kampit. Ia akan menyampaikan penolakannya kepada
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Efendi. Ia menyatakan pihak
Provinsi harus mendengarkan aspirasi masyarakat Beltim yang tidak
menginginkan keberadaan kapal isap.

“Saya akan menghadiri rakor
dengan Gubernur. Saya akan sampaikan kepada Gubernur dengan beberapa
pertimbangan atas penolakan kapal isap di (perairan) Beltim,” tegas
Yuslih. Senin (11/4).

Dijelaskan Yuslih, untuk memperkuat
penolakan, dirinya sesegera mungkin mengeluarkan rekomendasi penolakan
dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, menampung aspirasi
masyarakat yang menyatakan menolak kapal isap. Alasan lainnya, aktifitas
kapal isap akan merusak ekosistem laut, membuat laut menjadi keruh dan
masyarakat nelayan terganggu mata pencahariannya.

“Kenapa
mengajukan rekomendasi kepada Gubernur, karena kewenangan tersebut sudah
menjadi kewenangan Provinsi dan bukan lagi di Kabupaten. Saya ini tidak
memiliki kepentingan apapun terhadap keberadaan kapal isap di perairan
Beltim. Apalagi, segala bentuk perizinan yang keluar bukan pada saat
saya menjabat sebagai kepala daerah, jauh sebelum saya,” terang Yuslih.

Menurut Yuslih, sebagai kepala daerah, dirinya saat ini fokus menjalankan visi misinya yang disampaikan pada kampanye lalu. Sebab itu, Yuslih tidak ingin visi misinya gagal diwujudkan.

“Sudah jelas visi misi saya pada saat kampanye yakni perikanan dan kelautan, pertanian kehutanan dan pariwisata. Jangan sampai visi misi tidak berjalan, dengan hadirnya kapal isap ini, tentu akan menggangu kehidupan nelayan dalam mencari ikan, dan sangat akan berdampak buruk bagi sektor Pariwisata Beltim yang juga merupakan sektor unggulan untuk pembangunan Kabupaten Beltim kedepannya,” kata Yuslih.

Ia juga mengatakan, setelah rekomendasi disampaikan kepada Gubernur, selanjutnya ia meminta Dinas Pertambangan mengeluarkan surat himbauan kepada para pemegang IUP tambang timah untuk menahan diri atau menghentikan sementara aktifitas sampai dengan adanya kejelasan.

Yuslih tidak ingin ada gejolak yang dapat memperkeruh suasana saat ini. Setidaknya, sampai dengan Gubernur memberikan kepastian menyangkut kapal isap.

“Selain menyampaikan rekomendasi, saya akan mengadakan konferensi pers nantinya agar jangan ada simpang siur sikap pemerintah daerah,” tandasnya.

Diberitakan beberapa hari lalu, kapal isap telah masuk ke perairan laut Tanjung Pering, Kelapa Kampit. Beberapa nelayan dan warga yang mengetahui keberadaan kapal tersebut telah menyatakan menolak. Bahkan aksi demo penolakan telah berlangsung. Meski diakui oleh pekerja kapal isap bahwa mereka tidak beroperasi dan mengalami kerusakan mesin hingga berada diperairan laut Beltim.[Dany]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 5 =

Rekomendasi Berita