Yuyun Suminah: Jalan Mulus Untuk Siapa?

Berita1123 Views
Yuyun Suminah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Jalan adalah prasarana transportasi yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Karena jalan penyambung segala aktivitas masyarakat terutama dalam bidang ekonomi. Maka wajar jalan menjadi prioritas perbaikan bahkan pembangunan.

 Jalan mulus selalu diidentikkan dengan jalan tol, secara sederhananya jalan tol adalah jalan bebas hambatan (freeway)  yang berbayar, atau memiliki tarif tertentu sesuai peraturan perundangan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Prabayar di sinilah yang menjadikan jalan mulus itu hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang bisa bayar (Berduit) rakyat kecil tidak bisa menikmati fasilitas tersebut.

Jelang Pilpres 2019 semua cara dilakukan oleh para pendukungnya untuk menarik perhatian masyarakat. Salah satunya lewat infrastuktur yang sudah dibangunnya menjadi ajang promosi politiknya. Padahal biaya pembangunan infrastuktur jalan tol berasal dari rakyat melalui pajak.

Belum lagi yang menjadi polemik pernyataan dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang meminta masyarakat untuk tidak menggunakan jalan tol jika tidak mendukung pasangan Joko Widodo-Ma’aruf Amin. Yang mengklaim pembangunan jalan tol tersebut hasil kerja dari salah satu pasangan calon tertentu. (Kompas.com 3/2/19)

Tidak sepantasnya seorang pemimpin daerah mengelurkan pernyataan tersebut yang memberikan kesan infratuktur yang dibangun oleh pemimpin tersebut bukan untuk kepentingan rakyat tapi menjadi alat politiknya untuk mendukung partainya atau hanya dinikmati oleh para kapitalis saja. 

Dalam sistem ekomoni Islam infrastuktur masuk kategori milik umum. Artinya negara yang mengelolanya bukan swasta. Negara tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari pengelolaan tersebut, walaupun ada keuntungan yang didapatkan itu dikembalikan lagi kepada rakyat.
Pembiayaannya pun dari sumber daya alam yang ada seperti minyak bumi, gas alam, barang tambang dll. Tidak boleh dimiliki oleh individu atau swasta. Semua itu milik rakyat. Wallahua’lam.[]

Comment