by

25 Ribu Sekolah Terapkan Pembelajaran Aktif Usaid Prioritas

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – USAID PRIORITAS kini semakin diakui dan diterima secara luas oleh masyarakat, terutama dalam dunia Pendidikan di Indonesia. Hal ini disebabkan sekitar 4 tahun berkiprah dalam upaya meingkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 
Tercatat ada 25.000 sekolah dan atau madrasah di Indonesia sudah menerapkan beragam praktik yang baik dalam pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah, budaya baca, pengelolaan guru, serta program pelatihan prajabatan yang menjadi program USAID PRIORITAS. 
USAID PRIORITAS merupakan program lima tahun yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) yang bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses pendidikan dasar yang berkualitas di Indonesia. Project Manager USAID Indonesia, Mimy Santika mengatakan bahwa USAID PRIORITAS adalah bagian dari program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, yang kini telah diterapkan di 93 kabupaten/kota di sembilan provinsi. Kesembilan provinsi tersebut, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat. 
“USAID PRIORITAS telah melaksanakan program di 93 kabupaten atau kota yang tersebar di 9 provinsi di Indonesia. Program tersebut dilaksanakan dengan bekerja sama langsung dengan 1.400 sekolah mitra dan Alhamdulilah sampai saat ini sudah ada 25.000 sekolah yang telah menggunakan metode atau pendekatan yang dilakukan USAID PRIORITAS, dengan cara diseminasi, atau dengan sharing dana penyelenggaraan yang ditanggung oleh sekolah dan didukung dana dari pemerintah daerah terkait. Dari situ kami melihat bahwa program ini semakin diterima masyarakat secara lebih luas,” jelas Mimy. 
Mimy menjelaskan sejak awal program digulirkan, USAID PRIORITAS dalam merancang setiap program selalu dilakukan dengan berbasis data. Termasuk dalam program yang baru yaitu Program Buku Bacaan Berjenjang. Program Buku Bacaan Berjenjang ini dilakukan untuk mengembangkan budaya membaca. Dukungan itu diwujudkan dengan mengembangkan buku bacaan berjenjang khusus untuk siswa kelas awal. 
“Penggunaan buku ini lebih efektif membantu siswa untuk meningkatkan kemampuannya membaca. Penggunaan buku ini bukan berdasarkan kelas, tetapi tingkat kemampuan siswa,” ujar Mimy. 
Pengembangan Buku Bacaan Berjenjang tersebut berdasarkan penilaian kemampuan membaca anak-anak di daerah mitra program, yakni Penilaian Membaca Kelas Awal atau Early Grades Reading Assessment (EGRA). Pada tahun 2014, USAID PRIORITAS bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk melakukan penilaian EGRA ini untuk skala nasional. 
“Dari situlah diketahui permasalahan anak-anak sebenarnya bisa membaca, tapi belum tentu mereka mengerti apa yang mereka baca. Sehingga akhirnya dengan melakukan kerja sama dengan Yayasan Literasi Anak Indonesia, mengembangkan buku berjenjang ini,” pungkas Mimy. 
Sementara itu Direktur Program USAID PRIORITAS, Stuart Weston, ketika di temui secara terpisah, menjelaskan bahwa USAID PRIORITAS juga turut mendukung pemerintah untuk menggalakkan membaca sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 21/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, yakni dengan mengadakan program budaya baca. 
“Tentunya kami dengan senang hati serta mendukung Pemerintah, terutama dalam dunia pendidikan di Indonesia, sesuai dengan aturan yang berlaku, salah satunya sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 21/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, yakni dengan mengadakan program budaya baca.” Pungkas Stuart Weston. (TDK)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 10 =

Rekomendasi Berita