Hani Umah: Pesta Pasti Berakhir

Berita1787 Views
Hai Umah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Judul di atas mengingatkan kita pada judul lagu H.Rhoma Irama, sebagai pengingat bahwasannya sebuah pesta pasti ada batas waktu dan terbatasnya biaya. Di dunia ini Allah menciptakan semua selalu berpasang-pasangan seperti ada tua-muda, miskin-kaya, benar-salah, besar-kecil dan masih banyak lagi .
Batas waktu sebuah pesta tentu ada awal dan akhir, maka duniapun ada akhirnya. Dari manusia pertama yang diciptakan Allah SWT yakni Nabi Adam Alaihissalam sampai berakhirnya dunia ini Allah Yang Maha Mengetahui, ada dunia ada pula akhirat . Semeriah apapun yang namanya pesta itu pasti ada akhirnya, bersenang-senangpun ada saatnya berakhir. Oleh karena itu, semua yang ada di dunia ini bersifat fana(lawan baqo/kekal) dan Allah bersifat baqo’.
Tahun 2019 adalah tahun politik yang mana mereka menyebutnya “tahun pesta Demokrasi” yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Rakyat sangat mendambakan seorang pemimpin yang dapat melindungi dan mensejahterakan kehidupan mereka. Demikian juga pesta ini dipersiapkan dari jauh-jauh hari bahkan dari tahun-tahun sebelumnya. Namun harus diingat bahwa pesta inipun sama, pasti berakhir seiring berjalannya waktu .
Yang perlu dipertanyakan apakah setelah pesta demokrasi berakhir akan mendatangkan kenyamanan dan kepuasan bagi seluruh rakyat? Apakah akan sesuai dengan apa yang didambakan rakyat yang menginginkan adanya perubahan hakiki dalam segala aspek kehidupan sehingga rakyat menjadi sejahtera ? (Baldatun thoyyibatun warobbun ghofur, negara yg baik dan Allah mengampuni). Dalam bidang ekonomi harga stabil dan terjangkau bagi rakyat kecil, keadilan hukum, kesehatan serta biaya pendidikan yang murah, yang tidak dikapitalisasi seperti saat ini.
Pesta demokrasi pun akan berakhir pula, rakyat telah menikmati hasil dengan suka-dukanya, sukanya sebentar seperti bau melati harum saat melewati taman bunga, hanya melewati saja sedangkan dukanya dirasakan lebih lama. Hanya yang bermodal besar yang dapat menikmati sukanya itu (lagi-lagi lagu bang Rhoma *yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin)*
Pesta harus diisi dengan ketaatan dan ketaqwaan.
Sebuah pesta yang di dalamnya diisi dengan acara yang penuh kenangan indah adalah tidak adanya kemungkaran, pertengkaran yang memicu keributan. Berbeda dengan aturan yang Allah syari’atkan dalam kehidupan di dunia ini. Agar tidak terjadi ketimpangan dalam neraca keadilan, maka Allah menciptakan manusia , alam dan kehidupan serta lengkap dengan seperangkat seluruh aturanNya yang harus dilakukan oleh manusia sebagai kholifah fil ardh (pemimpin di muka bumi). Pastinya akan menghasilkan pula ketenangan dan ketentraman di dunia ini.
Fitrah manusia cenderung menginginkan itu semua, sedangkan nafsu manusia dan syetan yang menggoda cenderung akan selalu menyesatkan dari perintah Allah azza wa jalla yg akan menghasilkan kerusakan di bumi dan tidak bersatunya seluruh elemen masyarakat dalam negara. Seperti dalam 
Qs.Ali Imron 103 : “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu(masa jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karuniaNya kamu menjadi bersaudara dan kamu telah berada di tepi jurang neraka lalu Alloh menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk”.
Seseorang yang berislam secara kaffah tidak memisahkan antara agama dan kehidupannya, serta tidak melanggar aturanNya. Memiliki ketaqwaan (menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya), mengajak yg baik dan mencegah kemungkaran.Begitu pula di dunia fana ini, agar terjadi keseimbangan antara manusia, alam semesta dan kehidupan ini. Seperti firman Allah dalam QS. Arrahman ayat 7,8,9 :
“Dan langit telah ditinggikanNya dan Dia ciptakan keseimbangan”
“Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu “
“Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu”.
Hanya Islam agama yang sempurna, yang memiliki solusi tuntas untuk seluruh problematika kehidupan ini. Wallahu’alam bishowab.[]

Penulis adalah tutor kajian remaja di Bekasi

Comment