by

Akhirnya, Gerindra dan PDIP Sepakat Tak Dukung Ahok di Pilgub DKI

Ahok. [gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pertemuan antar-elite DPD Gerindra dengan DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Kamis (26/5) sore ini menghasilkan keputusan penting.

Usai menggelar pertemuan tertutup selama sekitar 37 menit, kedua partai
pemenang Pileg lokal DKI itu menghasilkan kesepakatan penting, yaitu
kompak sama-sama tidak akan mendukung calon gubernur dari jalur
independen.

“Ternyata ada kesamaan pandangan, Gerindra punya program, visi-misi
kepartaian terbangun kuat, PDI Perjuangan juga begitu. Kedepan (Pilkada
DKI 2017) kita akan memperkuat peran kepartaian,” kata ketua DPD
Gerindra DKI Mohamad Taufik, di kantor DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta,
Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/5).

Menurutnya, kesamaan pandangan ini merupakan langkah awal bagi kedua partai untuk mengulang sejarah kesuksesan Pilkada DKI 2012.

“Jadi hari ini ada kesamaan pandangan sistem dan peran kepartaian,
enggak hanya urusan internal, tapi urusan rekruitmen caleg, maupun calon
pemimpin bangsa ke depan, mulai presiden, bupati, walikota, ini hasil
besar. Pertemuan sore hari ini untuk keselamatan bangsa,” ujarTaufik.

Pada kesempatan yang sama, Plt Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Bambang Dwi
Hartono (DH), mengakui bahwa dalam petemuan ini belum pada tahap
membahas nama figur, melainkan kesamaan pandangan secara global terlebih
dahulu.

Menurutnya, meskipun Partai Gerindra dan PDIP sempat berseberangan dalam
Pilpres 2014, namun untuk urusan Pilkada DKI tahun 2017 kedua partai
membuka peluang untung mengulang kemesraan sebagaimana pada 2012 silam.

“Belajar pada Pilkada serentak 2015 kemarin, kita (Gerindra-PDIP)
bergandengan tangan sekitar 36 Pilkada, baik pada pemiihan gubernur,
bupati maupun wali kota. Dan semuanya berujung pada kemenangan,”
bebernya.

“Apalagi ini di DKI, tentu sangat dinamis. Dan peluang untuk mengulang sukses 2012 silam sangat terbuka lebar,” tambah Bambang.

Atas kesepakatan ini, kedua partai tersebut berarti telah membulatkan
tekad untuk tidak lagi mengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam
Pilgub DKI tahun 2017 mendatang. Mengingat Ahok sudah membulatkan tekad
untuk maju dari jalur perseorangan.

Sementara, Skenario mengulang sukses kerjasama PDIP dan Gerindra di Pilkada DKI 2012 kian terbuka lebar.

Kemungkinan tersebut kian terang pasca pertemuan dua pimpinan DPD DKI
kedua partai di Markas Banteng DKI, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (26/5)
sore.

Plt Ketua DPD PDIP DKI Bambang DH mengatakan, menurutnya, kisah sukses
kerjasama dua parpol itu telah terjalin baik pada Pilkada serentak tahun
2015 lalu, dimana kedua partai berhasi menjalin koalisi di sejumlah
daerah.

“Sebetulnya ngga usa jauh-jauh ke Pilkada 2012, Pilkada serentak 2015
saja, data kami koalisi Gerindra-PDIP berhasil menang di 36 daerah
pemilihan, baik ditingkat pemiihan gubernur, bupati, maupun walikota.
Jadi, kita sejatinya masih mesra dan tidak ada masalah,” ujar Bambang
merujuk pada persaingan Pilpres 2014 kemaren.

Mantan Wali Kota Surabaya ini menilai, adalah sesuatu yang wajar dalam
perjalanannya jika PDIP dan Gerindra kadang harus berbeda pendapat atau
strategi. Hal itu, kata dia, hanyalah dinamika biasa dalam sebuah
organisasi besar seperti partai politik.

“Buktinya, kita (PDIP dan Gerindra DKI) selalu berhubungan baik, kedua
fraksi di DPRD DKI juga tidak pernah ada masalah,” bebernya.
?
Sinyal senada juga disampaikan Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad
Taufik. Menurutnya, lewat koalisi pada Pilkada DKI 2017, maka status
jawara bagi kedua partai akan bertambah menjadi 37 kemenangan.?

“Saya kira sesuatu yang baik itu bisa diulang. Sama-sama ingin
menguatkan kepartaian itu dan ingin pemimpin yang beradab. Nah,? jika
tadi pak Bambang bilang 36, berarti tambah satu besok akan jadi 37. Kan
pasti menang nanti 2017 (Pilkada DKI). Dari sinilah (kantor DPD PDIP
DKI) dulu kita berangkat,” ujar Taufik.

“Belum ada perkembangan kesana (sebut nama figur), kita akan melaporkan
pertemuan ini kepada DPP dulu. Nanti pertemuan ini akan lebih intens dan
akhirnya akan diputuskan ketua umum kami,” kata Taufik.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP DKI Prasetio Edi Marsudi juga
menyampaikan keinginannya agar kedua partai tersebut betul-betul
membangun kekuatan untuk menghadapi Pilkada DKI 2017.

“Saya singkat saja, sebelum mengakhiri silaturrahmi ini, mudah-mudahan
apa yang terjadi di (Pilkada) 2012, akan kembali terjadi di 2017?,”
tutup Ketua DPRD DKI itu, disambut tepuk tangan kedua pengurus teras
masing-masing. (icl)(icl/iy/teropongsenayan/bh/sya)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × two =

Rekomendasi Berita