by

Akibat Agresi Tentara Israel, Palestina Krisis Air

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Ketua Dinas Air, Mazen Ghanem menegaskan adanya kerugian besar infrastruktur dan fasilitas air dan system pengolahan limba di Jalur Gaza akibat agresi berdarah Israel terakhir.

Dalam pertemuannya di Ramallah dengan perwakilan negara-negara dan pihak donor untuk melihat kerugian yang diderita Jalur Gaza di sektor air dan pengolahan limba dan diskusi untuk mengatasi krisis dan bencana kemanusiaan dan Kesehatan dan lingkungan, Ghanim mengatakan bahwa ada kebutuhan suplai dana sebesar 12 juta dollar AS (171,6 milyar) sebagai dana darurat (emergency).

Ini untuk menjamin agar generator pengolahan limba dan air bersih bisa beroperasi. Selain itu untuk memperabaiki stasiun pompa air dan sebagian jaringan utama. Diperkirakan nilai bertambah jika sudah dilalukan penghitungan kerugian secara lebih rinci.

Ghanem menambahkan, Israel membidik langsung infrastruktur dan ini bertentangan dengan pasal 47 dari piagam Jenewa IV yang mengkategorikan penargetan asset publik termasuk infrastruktur sebagai kejahatan perang yang harus diadili pengadilan terkait.

Hal itulah yang menyebabkan kondisi air di Gaza semakin buruk. Ditambah lagi situasi kemanusiaan yang sulit bagi warga di sana.

Agresi Israel terakhir di Jalur Gaza menyebabkan kekurangan stok air layak minum hingga 50% akibat kerusakan dari infrastruktur. Sehingga pasokan air dari sumbernya terhenti.

Hal yang sama terjadi di stasiun pengolahan air laut di wilayah utara Jalur Gaza. Menurunnya suplai air dari stasiun pengolahan air laut di wilayah tengah dan selatan.

Begitupun dengan terhentinya sejumlah pompa air tanah dan mesin pompa penyuplai karena Israel menggempur wilayah sekitarnya. [Von Edison Alouisci]

Comment

Rekomendasi Berita