Ana Nazahah: Hijab Perisai Muslimah Hindari Pelecehan Seksual

Berita1812 Views
Ana Nazahah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Seorang teman pernah bercerita, bahwa sejak remaja dia kerap mendapatkan pelecehan seksual oleh orang asing, di kendaraan umum. Sehingga membuat dia trauma.
Apalagi sebagai wanita lemah dia mengaku tak bisa berbuat apa-apa, saat kejadian itu berlangsung. Dia lebih memilih diam, memendam. Membiarkan berlalu, untuk dilupakan.
Namun, dia mengaku setelah dia mengenakan jilbab dan kerudungnya, tak ada lagi yang berani merendahkannya. Bahkan hanya untuk sekedar menegurnya, para lelaki asing yang ditemui menjadi lebih sopan. Karenanya, dia merasa lebih dihargai sebagai seorang wanita.
Mungkin di luar sana, ada banyak kasus serupa. Para Muslimah harus mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan oleh lelaki hidung belang, yang kebetulan ada di sekitar mereka. Sepeti di angkot atau bis kota. Bahkan juga tidak sedikit, ada di tempat kerja.
Islam sebagai agama paripurna, mempunyai aturan dalam berinteraksi dengan yang bukan  mahram. Tentunya agar pergaulan di masyarakat bisa terjaga.
Terlebih bagi Muslimah, yang kedudukannya senantiasa dipandang mulia di sisi Islam. Allah SWT telah menetapkan aturan, agar tidak berpergian dengan jarak sehari semalam, kecuali berserta dengan mahramnya.
لاَ يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ مَسِيرَةَ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ لَيْسَ مَعَهَا مَحْرَمٍ
“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk safar sejauh perjalanan sehari semalam tanpa disertai mahram.” (Muttafaqun ‘alaih)
Selain aturan safar, Allah SWT juga telah menetapkan, aturan hijab yang berlaku saat Muslimah keluar dari rumahnya. Semua itu Allah berlakukan untuk menjaga kaum wanita. Baik itu kemuliaan maupun kehormatannya.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ahzab : 59)
Tentunya aturan ini tidak akan bisa membasmi persoalan yang kerap ditemui Muslimah, secara tuntas. Diperlukan upaya yang lebih sistemik, dengan melibatkan seluruh elemen dalam masyarakat. Dari individu hingga negara. Berikut dengan ancaman pidana yang memberi efek jera.
Namun, dengan memahami kaidah-kaidah pergaulan yang Allah perintahkan, pastinya dapat meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Lebih dari pada itu, selain kemaslahatan, perintah Allah adalah wajib untuk dilaksanakan.
Karena itu, wahai Muslimah. Jaga kehormatanmu dengan menjalankan syariatNya dan menjauhi segala larangannya. Kehormatanmu hanya bisa dijaga dengan Engkau taat kepada Syariatnya.[]

Penulis adalah  anggota komunitas menulis Revowriter, Aceh

Comment