Ana Nazahah: Pacaran, Maksiat yang Membudaya

Berita1490 Views
Ana Nazahah

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Remaja itu muda, masa penuh gelora. Menyenangkan. Identik dengan semangat menyala-nyala. Karenanya apa-apa dicoba.

Salah satu hal, yang dekat dengan dunia remaja adalah pacaran. Hubungan tak jelas akad dan tanggungjawb ini,  merupakan hal yang biasa, lumrah ada di tengah-tengah remaja. Cikal bakal, terjerumusnya generasi ke dalam aktivitas zina. Dan gelapnya dunia pergaulan yang bablas.
Tak sedikit lho, remaja Muslim, melakoninya. Bahkan orang tua dan generasi terdahulu ikut mengaminkan. Sehingga lambat laun, paham rusak dan rendah ini menjadi tradisi. 
Sangat disayangkan. Generasi Muslim akhirnya kehilangan identitasnya. Terjerat oleh nafsu sesaat, berdalih cinta. Padahal, mana ada cinta yang dibangun atas landasan bermaksiat kepada-Nya. Allah Swt berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ  إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk (Al-Isra’: 32).
Sebenarnya, ada juga remaja zaman now yang anti pacaran. Mereka adalah remaja yang sudah tersentuh oleh pemahaman Islam. Melalui berbagai komunitas hijrah mereka berusaha, melakukan aktivitas dakwah Islam. Akhirnya, satu persatu remaja tersadarkan. Lalu mereka hijrah, meninggalkan dunia hitam pacaran.
Hanya saja, gerakan ini berjalan pelan. Terseok oleh paham kebebasan yang terlanjur meracuni pemikiran. Pembiaran dari orang tua dan masyarakat pun menjadi kendalanya. Jadilah pacaran, merajelela. Menggurita menjerat remaja. 
Inilah akibatnya jika hukum sekulerisme terus dibiarkan. ketakwaan individu umat dipertaruhkan. Masyarakat tempat kita tinggal, akhirnya tidak Islami. Pelan namun pasti, tradisi dan hukum-hukum Ilahi, mulai ditinggalkan.
Tugas merombak, meluruskan paham sesat pacaran itu berat. Para generasi pembaharu itu, tidak bisa berkerja sendiri. Butuh dukungan dari masyarakat, terlebih negara. Seluruh elemen masyarakat harus berperan aktif untuk membentengi aqidah generasi.
Karena berbicara pacaran, bukan  hanya persoalan indivudualistik belaka. Deliknya bisa meluas, zina, seks bebas, aborsi, dekadensi moral hingga pembunuhan. Bisa menimpa siapa saja, bukan hanya pelaku yang bersangkutan. 
Karena Ia berhubungan dengan pemahaman yang lebih luas. Berangkat dari ideologi jahat. Liberalisasi pergaulan. Lahir dari paham pemisahan agama dari kehidupan. Gaya hidup Barat yang mengancam. Celakanya, sudah mendarah daging. Menjadi dasar berhukum seluruh elemen masyarakat kita, saat ini. []

Penulis adalah anggota revowriter, Aceh

Comment