Andi Wijiono, Pembina Yayasan Bina Umat Al Umm : Jadi Pendekar Sejati Jangan Cengeng

Banten, Daerah200 Views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, TANGERANG –  Sebanyak 31 santri di Yayasan Bina Umat Al Umm (YBUAU) mengikuti Pelatihan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang merupakan organisasi silat diinisiasi oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922.

Andi Wijiono selaku pelatih silat dan pembina di Yayasan Bina Umat Al Umm mengatakan bahwa pelatihan tersebut diadakan di Yayasan tersebut dua kali dalam seminggu. Setiap hari Jumat dan Minggu.

“Ini diluar pelajaran, diadakan setiap hari jumat dan minggu setelah adzan ashar” ujar Andi kepada awak media, Minggu (12/05/2024).

Para santri di YBUAU selain diberikan pendidikan Agama Islam yang sudah bisa membaca Kitab Kuning dan Hafal 30 Juzz Alquran sejak SD, juga diberikan pelatihan pencak silat PSHT sebagai bekal para santri untuk menjaga ikatan tali batin persaudaraan serta menjadi Pendekar Sejati.

“Kalian yang rajin belajarnya ya, jadi pendekar sejati jangan cengeng. Pendekar harus berani, berkomitmen, waktunya solat, ya solat. Jangan berani sama guru, dosa” cetus Andi saat menasehati para Santri disela latihan.

Lebih lanjut, Andi Wijiono Tokoh Masyarakat asal Madura yang dikenal juga sebagai Ketua Umum di Lembaga Penyelesaian Perkara Konsumen (LPPK) dan memiliki Pesantren di Jawa Timur ini mengatakan bahwa PSHT adalah Pencak Silat asli khas Indonesia yang berpusat di Madiun sejak tahun 1922.

“Persaudaraan setia hati terate yang berpusat di madiun, ini seni beladiri asli khas Indonesia dari madiun. Ini condongnya ke persaudaraan, dimana salah satu ikatan tali batin yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Kedua olahraga, ketiga beladiri. Kesenian dan kebatinan” jelasnya.

Untuk diketahui, PSHT merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948.

Pada Tahun 2016 tercatat PSHT diikuti sekitar kurang lebih 1 juta anggota, serta memiliki cabang di 236 kabupaten/kota di Indonesia, 20 komisariat di perguruan tinggi dan 8 cabang khusus luar negeri di Malaysia, Belanda, Rusia (Moskwa), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia, dan Prancis.[]

Comment