by

Aniaya Muslimah Hamil, Pria Australia Dibui 3 Tahun

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Pengadilan kota Sydney menjatuhkan hukuman penjara selama tiga tahun kepada seorang pria Australia dalam kasus penyerangan perempuan Muslim. Insiden tersebut didorong kebencian pada Islam.

Stipe Lozina menyerang Rana Elasmar di sebuah kafe di Sydney pada November 2019. Saat itu, Elasmar yang hamil 38 minggu sedang berbincang dengan teman-temannya di sebuah kafe saat Lozina masuk dan mendekati meja mereka, kemudian meminta sejumlah uang.

Permintaannya ditolak Elasmar, Lozina kemudian memukul perempuan 32 tahun itu sebanyak 14 kali dan menginjak bagian kepala belakangnya berulang kali sebelum bisa diamankan oleh pengunjung lainnya. Dalam persidangan, jaksa mendakwa Lozina melakukan serangan keji yang dipicu oleh kebencian agama. Jaksa penuntut mengatakan Lozina melontarkan perkataan berbau Islamofobia, “kalian Muslim menghancurkan ibu saya” sambil terus menyerang Elasmar.

Video penyerangan itu kemudian viral dan memicu kemarahan orang di seluruh Australia. Jaksa Penuntut Christopher Craigie menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan jahat dan menyedihkan dari seorang pria yang jelas tidak sehat.

“Serangan itu sangat berpotensi menyebabkan luka sangat serius bagi korban dan anaknya yang belum lahir,” ujarnya dikutip dari BBC, Jumat (2/10/2020). Elasmar mengatakan di pengadilan pada September lalu, dia merasa jadi sasaran kekerasan karena agamanya, dan mengkhawatirkan nyawa bayi dan kehidupannya setelah penyerangan itu.

“Jika tidak ada yang membantu, saya bisa saja terbunuh,” ujarnya. “Saya membuat keputusan secara sadar untuk melindungi perut saya dari pukulan pria itu. Saya ingin melindungi bayi saya,” lanjutnya.

Elasmar mengalami luka ringan dalam insiden penyerangan tersebut, dia melahirkan seorang anak laki-laki tiga minggu setelahnya. Namun, perempuan 32 tahun mengakui dia menderita trauma sejak kejadian itu, termasuk berada di luar rumah serta beban psikologis menceritakan insiden itu kepada empat anaknya.

“Islamofobia harus diakhiri. Kekerasan terhadap perempuan harus dihentikan,” katanya bulan lalu. Lozina menolak bantuan hukum dalam pengadilan. Selama persidangan, Lozina melontarkan kata-kata kasar yang tidak koheren. (KRO/RD/Ano)

Sumber;radarindo

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − 5 =

Rekomendasi Berita