![]() |
| Anis Matta.[imgarcade] |
Kebangkitan itu ada syarat-syaratnya, begitupun kehancurannya, ada sebab-sebabnya. Maka demikian fakta sejarah mengatakan, bahwa hanya peradaban Islam yang tetap eksis disaat peradaban yang lain seperti Yunani, Persia, Tsamud dll mengalami kehancuran.
Peradaban Islam selalu Allah jaga dengan lahirnya seorang Tajdid ketika Ummat Ini berada di titik nadirnya, dan kemudian ia berdiri kembali bangkit, rengtangnya setiap 100 tahun, pembaharu itu selalu memompa kembali peradaban Islam ini agar kembali bangkit.
Siklusnya seperti ini “Hard time create Strong Leader, Strong Leader create good time, good time create Weak Leader, Weak Leader create Hard time “
Dan yang harus kita sadari bersama bahwa, sepertinya sekarang kita berada di zona “hard time/ waktu sulit” ini, dengan tekanan bertubi-tubi kepada para ulama, dan kezhaliman yang menghantam ummat ini dari segala aspek kehidupan.
Seyogyanya tidak lama lagi situasi ini akan mengcreate seorang pembaharu, seorang pemimpin kuat yang akan meng-intervensi situasi-situasi sehingga peradaban Islam kembali bangkit dan melewati fase ini.
Dan situasi ini juga adalah given bagi kita, bahwa kita ditakdirkan hidup di tengah zaman juang, untuk menjadi seorang pembaharu, untuk menjadi seorang yang berkontribusi untuk mengubah sejarah, dari kesulitan menuju kebangkitan peradaban Islam.[]










Comment