Anna Ummu Maryam: Ironis Pendidikan Era Milenial Antara Kuliah Dan Diupah

Berita1995 Views
Anna Ummu Maryam
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Isu mahasiswa di Taiwan diduga kerja paksa sempat membuat geger masyarakat di Indonesia. Isu ini kemudian dibantah pemerintah Taiwan, kampus terkait, serta mahasiswa di kampus tersebut. 
Isu ini berawal dari pernyataan anggota parlemen Taiwan, Ko Chieh En, yang melakukan penyelidikan. Ko mengatakan 300 mahasiswa Indonesia berusia di bawah 20 tahun yang berkuliah di Universitas Hsing Wu dipaksa bekerja. Pernyataan Ko ini dimuat salah satunya oleh Taiwan News. 
Berdasarkan penyelidikan Ko, para mahasiswa hanya berkuliah pada Kamis dan Jumat setiap pekan. Sedangkan untuk Minggu hingga Rabu, mereka diangkut dengan bus menuju pabrik di Hsinchu untuk bekerja pada pukul 07.30-19.30 waktu setempat dengan hanya 2 jam istirahat. Mereka ditugasi mengepak 30 ribu lensa kontak sambil berdiri setiap hari.
(Detik.com,  04/01/2019)
Misteri Realita
Inilah yang melanda pemberitaan kita hari ini. Kadangkala isu itu benar tapi dianggab bohong,  adakala berita itu bohong tapi dipaksa benar. Sampai saat ini berita ini masih terus diselidiki kebenarannya oleh beberapa pihak, yang mencoba untuk mengklarifikasi kasus ini.
Program ini dibuat oleh Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI). KDEI di Taipei telah meminta klarifikasi serta berkoordinasi dengan aparat lokal.
Mereka meminta aparat lokal untuk bertindak demi keselamatan mahasiswa Indonesia di sana.
Pemerintah Indonesia akhirnya memutuskan menghentikan sementara perekrutan dan pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang ke Taiwan.
“Indonesia menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakati tata kelola yang baik,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir. (Kompas.com 03/01/2019).
Tentu kondisi ini sangat memprihatinkan bagi palajar indonesia. Dimana seharusnya mereka memperoleh ilmu untuk pengalaman dan pengamalan ilmu pengetahuan pada kehidupan, tanpa disadari telah salah arah dan fungsi dengan menjadi pelajar sekaligus buruh pekerja di negara asing.
Pemerintah Taiwan membantah mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa di Hsing Wu Science and Technology University. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Ketua Perwakilan Kantor Ekonomi dan Dagang Taipei (TETO) Indonesia di Jakarta, John C Cen, dalam jumpa pers di kantornya, gedung Artha Graha, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019). 
“Dalam magang, siswa pada tahun pertama tidak akan diizinkan bekerja lebih dari 20 jam setiap minggu kecuali di liburan musim panas dan musim dingin, dan semua harus mendapatkan izin kerja dan menikmati semua hak sesuai dengan ketentuan hukum perburuhan.
Mereka harus memiliki asuransi kesehatan, mendapatkan bayaran yang sesuai, membayar dua kali lipat bila lembur, transportasi ke dan dari universitas yang diatur oleh otoritas universitas,” ungkapnya. 
Menteri Pendidikan di Taiwan Yao Leeh-ter angkat bicara mengenai kasus ini dan berjanji akan mengadakan penyelidikan.
Presiden universitas yang mengirim mahasiswa kerja paksa ini sebenarnya telah dipanggil pada tahun lalu. Pihak universitas telah diingatkan untuk tidak melanggar hukum. 
Dalam dunia kapitalis saat ini,  hal seperti ini sangat mungkin terjadi karena sistem ini di bangun atas dasar mamfaat dan kepentingan. Sehingga  hal inilah yang menjadi landasan dalam segala aktivitas. 
Pendidikan Dalam Islam
Dalam dunia islam ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh negara dan menjadi hak waga negara yaitu, pendidikan,  kesehatan dan keamanan. Semua itu harus dipastikan dan dijamin oleh negara untuk didapatkan dengan mudah bahkan gratis bagi seluruh warga negara.
Islam telah menjelaskan pentingnya manusia dalam mendapatkan pendididkan guna menambah pengetahuan. Karena kecerdasan akan mengubah pola sikap seseorang.
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ   خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ   ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ   ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ  عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ 
Artinya: 
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Qs. Al ‘alaq : 1-5 ).
يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ
Artinya: Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.(Qs.Al mujadalah : 11).
Tampa memandang ia muslim atau tidak. Islam melarang setiap manusia dalam keadaan bodoh karena itu akan menyebabkan kesengsaraan dan mudahnya dikuasai oleh negeri- negeri penjajah atau dijajah.
Maka negara memiliki kewajiban dalam mencerdaskan setiap warga negaranya. 
Negara dalam islam sebagai penjamin dan pemberi fasilitas yang seluas- luasnya pada setiap warga negara yang menuntut ilmu pengatahuan bahkan sampai ke negeri luar.
Dengan mengikat perjanjian dengan negara tersebut dalam menjamin keamanan keselamatan dan terpenuhinya segala proses pembelajaran. Dan bukan sebagai buruh dinegeri luar. Negara harus menjamin pendidikan yang didapatkan warga negara adalah murni dalam rangka pendidikan tampa embel – embel pemamfaatan tenaga para pelajar.
Jika hal ini tidak dijalankan oleh negara yang terikat perjanjian maka segala hubungan akan diputuskan dengan negara tersebut karena telah melanggar perjanjian.
Siapapun pelakunya akan dihukum dengan berat karena telah melencengkan fungsi pendidikan dan meremehkan warga negara islam. 
Dapat kita simpulkan bahwa ‘uqubat/ sanksi berfungsi sebagai pencegah kejahatan (zawajir).
“Dan dalam (hukum) qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (TQS. Al-Baqarah: 179)
Kejahatan adalah perbuatan tercela (qabih), yaitu yang dicela oleh Syari’ (Allah). Suatu perbuatan tidak dianggap kejahatan kecuali syara’ menetapkan bahwa perbuatan itu tercela. Syara’ juga telah menetapkan bahwa setiap perbuatan tercela sebagai dosa, dan harus dikenai sanksi, baik sanksi akhirat maupun dunia.[]

Comment