by

Anton T Digdoyo: La Nyala Mattalitti Jangan Fitnah Prabowo Muallaf

Anton Tabah Digdoyo, pengurus MUI Pusat.[Ist]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Mantan ketum PSSI, La Nyala Mattalitti menyatakan bahwa Prabowo mualaf makanya tidak pernah berani menjadi imam sholat. Kalau Jokowi kan berani jadi imam sholat. 
Terkait pernyataan La Nyalla Mattalitti tersebut, redaksi meminta tanggapan Anton Tabah Digdoyo yang pernah menjabat sekretaris pribadi Presiden Soeharto dan kini menjadi salah seorang Pengurus MUI Pusat. 
Dalam pesan whatsapp yang dikirim ke redaski, Selasa (11/12/2018), Anton mengatakan, La Nyala telah memfitnah pak Prabowo karena faktaya Prabowo bukan mualaf, beliau muslim sejak anak-anak. Memang, putra Prof. Sumitro Joyohadikusumo bermacam-macam agamanya, representatif Pancasila tapi Prabowo adalah muslim sejak lahir. Ini dapat pula dilihat file waktu menjadi Taruna AKABRI tertulis agama Islam dan ketika menikah dengan Titik Soeharto pun tidak ada berita acara kemualafan beliau. 
Soal Prabowo tidak pernah mau menjadi imam sholat, Anton melanjutakn, bukan ukuran keislaman apalagi keimanan seseorang,  justru itu sebagai tanda pribadi muslim yang baik. Kalau beliau merasa ada orang yang lebih bagus bacaannya, mengapa harus memaksakan diri menjadi imam seperti halnya Jokowi yang menjadi imam dengan bacaan kurang baik sehingga menjadi salah arti. Presiden – presiden sebelumnya, tidak mau menjadi imam meskipun bacaannya lebih baik daripada Jokowi.
“Pak Harto, selama 33 tahun menjadi presiden tidak pernah mau menjadi imam kecuali ngimami keluarga di rumah, itu pun kalau tidak ada ustadz.” Tegas Anton.
Oleh karena itu, tambah Anton, La Nyala Mattalitti hendaknya tidak menebar fitnah apalagi karena kecewa terhadap Prabowo yang tidak memilih dirinya menjadi cagub Jatim namun justeru memilih Khofifah Indar Parawansa.
“Kebijakan Prabowo itu pasti didasari pertimbangan matang seorang mantan Jendral ahli strategi.” Pungkas Anton yang juga mantan Jendral Polri tersebut.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − one =

Rekomendasi Berita