by

Arief Poyuono: Elia Masa Manik Tidak Mumpuni Pimpin Pertamina

Arief Poyuono.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Terkait rencana Elia Massa Manik yang bakal menduduki posisi penting di PT Pertamina (Persero), Arief Poyuono, Ketua Umum FSP BUMN Bersatu mengemukakan pandangan bahwa penunjukan tersebut dirasa gagal di Holding PTPN, ini malah kok diangkat Dirut Pertamina.
“Elia Masa Manik bukanlah seorang yang mumpuni untuk memimpin Pertamina,” tukas Arief menilai penempatan direktur utama itu di perusahaan minyak negara, Kamis (16/3).

Karena itulah, sambung Ketua Umum FSP BUMN Bersatu untuk kedepan karyawan Pertamina harus menolak Elia Masa Manik sebagai Dirut Pertamina yang baru.”Perlawanan pada pemerintah Joko Widodo yang telah mengecilkan prestasi dan kemampuan para karyawan Pertamina yang selama ini tidak pernah dianggap dan dipercaya untuk menduduki orang nomor satu selama pemerintahan menjadi dasar bagi kawan kawan Pertamina untuk berani menolak penempatan Elia Masa Manik sebagai Dirut Pertamina,” tandasnya.

Arief Poyuono merasa ragu kalau Elia Masa Manik akan mampu memiloti Pertamina.”Karena ditempatkan di Holding Perkebunan saja malah semua perkebunan merugi dan menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif. Padahal tidak susah susah amat mengurus Perkebunan selama ini,” jelasnya mengingatkan.

“Tolong Pak Joko Widodo dibuang kesan kalau mantan mantan bankers itu akan berhasil dan mampu ditempatkan di perusahaan yang non Perbankan. tidak akan pak Joko Widodo apalagi untuk bankers yang memimpin di bank bank BUMN yang tinggal duduk manis saja karena menikmati bunga rekap obligasi dari pemerintah saja akibat krisis Perbankan 1997,” tukasnya menyampaikan.

Bahkan, Arief merasa indikasinya kedepan malah akan memperjelas sebuah blunder yang besar bagi pengelolaan Pertamina dan syarat dengan kepentingan para mafioso importir minyak di Pertamina nantinya.

“Pertamina pasti akan rugi dan akan banyak penolakan dari karyawan Pertamina. Masa cuma pengalaman di Elnusa dan Bankers di BNI juga kurang berprestasi serta gagal pimpin holding PTPN kok mimpin perusahaan sekelas Pertamina,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 8 =

Rekomendasi Berita