by

Ayu Yulia Yang: Bagaimana Doa Terkabul Dengan Aurat Terbuka Dan Gaya Hidup Trendy

Ustadz Zaini Rahmanudin saat berbincang dengan Ayu Yulia Yang
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hai kaum muslimin, khususnya muslimah (wanita), tidak sedikit dijumpai wanita berbusana dan berhijab tapi tidak sesuai dengan aturan syar’i. Entah, ini merupakan gaya hidup trendy atau mengikuti syar’i dengan mengedepankan trendy. Berhijab tetapi rambut terlihat. Berhijab tapi buka tutup. Berhijab tapi anggota tubuh bagian leher atau dada terlihat. Berbusana muslim tapi lekukan tubuh indah terlihat. Lalu, sebenarnya aurat muslimah dari mana sampai kemana? 
Menurut madzhab Syafi’i, aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali dalam keadaan shalat bahwa muka dan telapak tidak termasuk. Aurat wanita merdeka dalam shalat itu wajib ditutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Aurat wanita merdeka diluar shalat dalam artian haram memandangnya oleh laki – laki ajnabi (bukan mahramnya) adalah seluruh tubuh tanpa kecuali yaitu termasuk wajah dan telapak tangan. Aurat wanita merdeka diluar shalat dalam artian wajib menutupinya sama dengan aurat dalam shalat yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Wajib menutup wajah dan telapak tangan di dalam dan diluar shalat atas wanita apabila diketahuinya ada pandangan laki – laki ajnabi kepadanya. 
Bahkan sebenarnya suara wanita bisa menjadi termasuk dalam aurat juga. Sudut pandang inilah menjadikan beberapa di antara kaum wanita menggunakan cadar pada wajahnya. Sebagian mungkin menilai penampilan ini dirasa aneh karena tidak biasa. Padahal, semua memang sudah dituliskan dalam Al Quran dan Hadist.
Lebih spektakuler terhadap hal yang berbau trendy ini justru dibanggakan. Hijab yang sudah dibalur menutupi keindahan helaian rambut justru dibuka kembali. Saat menjelang momen sakral keagamaan baru digunakan lagi. Kemudian berhijab tapi lekukan tubuh kelihatan dan anggota tubuh tertentu di bagian leher dan dada terlihat walaupun hanya sedikit. Itu sama saja tidak berpakaian. 
Di kediamannya, Radio Dalam Bintaro, Jakarta Selatan, Ustadz Zaini Rahmanudin mengatakan,  bahwasanya dalam hal aurat wanita, Rasulullah SAW bersabda ada dua golongan dari penduduk neraka yang bakal dicambuk seperti ekor sapi terutama wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang. Tidak akan masuk surga dan tidak akan bisa mencium bau wangi surga padahal wanginya bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian. (HR. Al Imam Muslim). 
Dalam QS. Al Ahzab/33:59 pun sudah dijelaskan bahwa Nabi diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengatakan kepada istri, anak perempuan dan istri orang mukmin hendaknya mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka supaya mereka tidak diganggu oleh kaum lelaki yang belum menjadi mahram atau muhrimnya. Ini merupakan bentuk melindungi kepada kaum wanita. 
Hal kebaikan beragama khususnya dalam berhijab, banyak juga yang bilang belum siap hatinya dan sebagainya, itu sebenarnya tidak bisa. Harus dipaksakan kalau dalam hal kebaikan beragama. Baik itu berpuasa, shalat, berhijab dan lain sebagainya. 
Disisi lain, ada juga yang melakukan perubahan fisik dalam garis normal itu pun termasuk tidak bersyukur terhadap pemberian Allah SWT. Boleh mengubah dalam keadaan darurat semisal kecelakaan kemudian dibentuk sedemikian rupa tidak masalah karena terkadang menyebabkan kulit mengelupas dan sebagainya. Kemudian mengecat rambutnya, tidak apa asal bukan warna hitam. Itu pun rambut wanita bukan untuk ditampakkan. 
Lalu bagaimana jika hal demikian dilanggar tapi mengharapkan do’a itu terkabul. Padahal, ada syarat – syarat dalam terpenuhinya do’a. Salah satunya mengucapkan Allah SWT adalah Tuhan kami maka selanjutnya hendaknya istikharah, menjauhi larangan dan menjalankan perintahNya. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. 
Seperti tercantum dalam QS. Al-Baqarah: 86 bahwasanya apabila hamba Allah SWT dekat kepadaNya maka Allah SWT mengabulkan permohonan orang yang berdo’a memohon kepadaNya. Selain itu, juga harus bertawasul kepada Allah SWT, mencintai Rasulullah SAW, menjadi orang yang bertakwa dan beriman pada tahapan sebelumnya dipenuhi karena akan dimudahkan apabila seseorang bertakwa dan beriman. Tidak boleh curang. 
Berbuat baik dan patuh selalu kepada kedua orang tua. Berbaik sangka kepada Allah SWT. Mengerjakan amaliah yang baik dan sebagainya. Jadi, tentunya apabila ingin do’a terkabul, maka khususnya kaum wanita sebaiknya jangan menjadikan aurat sebagai permainan trendy. Karena  konsekwensi dan dampak aurat bisa ke mana. []
Ayu Yulia Yang, wartawati radarindonesianews.com

Comment

Rekomendasi Berita