by

Bangunan Liar Di Bantaran Kali Krukut Salah Satu Penyebab Banjir

Luapan Kali Krukut memasuki rumah warga di Kelurahan Pela Mampang.[radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (27/8/menyebabkan air kali krukut menguap. Luapan terjadi terhitung parah seperti di Kemang, Petogogan dan Pela Mampang hingga Woltermonginsidi.
Menurut Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan, Kali Krukut akan terus meluap selamanya jika tidak diperlebar. Pihaknya mengakui belum maksimal menangani Kali Krukut.
Lebih lanjut, kata Teguh, di Kali Krukut sudah mulai berdiri bangunan liar yang menjadikan lebar kali menyempit. Selain itu, banjir besar yang terjadi Sabtu, (28/8) juga disebabkan tanggul yang berada di Tarakanita jebol dan membuat arus air terhambat dan meluap ke rumah warga Petogogan.

“Tanggul di Tarakanita jebol. Airnya jadi ke rumah warga. Di rumah saya sampai pinggang.” Ujar Sonaah, salah seorang warga di Petogogan kepada radarindonesianews.com.

Teguh menambahkan, selama ini volume air meningkat saat hujan tetapi daya tampung Kali Krukt terbatas. Maka perlu segera dilakukan normalisasi sebagai kata kunci.
“Sekarang di
(wilayah) selatan memang butuh atensi khusus dalam menghadapi musim
banjir. Kita enggak bisa apa-apa, debitnya tinggi, penampungnya
rendah,” jelasnya.

Namun upaya normalisasi kali itu
kata Teguh tidak mudah. Pemprov DKI harus membebaskan lahan di wilayah sekitar Kali
Krukut yang sudah dibangun rumah-rumah warga.

“Sementara ini
kalau banjir kita baru bisa berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi
debit air secepat mungkin. Salah satu caranya dengan memberdayakan
pompa air,” kata Teguh.

Semalam, Ahok menanggapi persoalan banjir parah yang terjadi di Jakarta Selatan kemarin hingga sekarang ini. Dia menjamin banjir di Jakarta Selatan dan sekitarnya segera surut dalam hitungan jam dan tidak lebih dari sehari.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =

Rekomendasi Berita