by

Bersama Presidium Alumni 212, Prof. DR. Amien Rais Datangi Komnas Ham

Amien Rais saat berada di Komnas HAM.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Banyaknya ulama dan aktivis yang ditangkap dengan tuduhan makar oleh pemerintah, mendapat perlawanan Amien Rais. Presidium Alumni 212 mendatangi Komnas HAM, Senin (8/5) bersama Prof. Dr. Amien Rais.

Halaman pintu masuk kantor Komnas HAM dipenuhi puluhan orang tergabung tim Presidium Alumni 212 serta kubu pendukungnya, yang sebelumnya menggelar aksi Tamsya AL Maidah. Tampak Habib Umar, Faisal Assegaf, dan juga perwakilan PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia). Selain itu hadir juga perwakilan tokoh bangsa seperti Eggi Sudjana, Amien Rais, mendatangi kantor Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (8/5).

Kedatangan elemen yang mengatasnamakan Presidium alumni 212 tersebut bersama pendukungnya berkeinginan menyampaikan,’Petisi Dukungan Kepada KOMNAS HAM untuk Membentuk TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta agar mengusut tuntas pelaku yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Baik itu aktor intelektual bahkan penyandang dana atas dugaan pelanggaran HAM dilakukan rezim penguasa saat ini terhadap para luma maupun aktivis.

Ust Hasri Harahap, selaku Sekretaris Presidium Alumni 212 menyampaikan terkait dengan peristiwa rumah kediaman Habib Rizieq di Mega Mendung di’sniper’, di Cawang ada rencana bom dan kemudian ulama diteror, atas dasar saran tim Presidium alumni 212, pimpinan Kami, ustad Sambo.

“Kehadiran kami kemari untuk mengadu ke Komnas HAM ini.”Tidak saja disini kita akan mengadu ke Internasional ke depannya,” demikian katanya pada awak media.

“Ada indikasi teror, sudah banyak dan dianggap melanggar HAM, baik itu teror, kasus perkaranya di mana 2-3 minggu yang lalau kami sudah ke komnas HAM. Ini malahan gelombang teror dan intimidasi semakin kuat. Terasa sudah terstruktur, dari aparat berwenang, bila komnas HAM tidak bisa menindaklanjuti kami akan berlanjut ke Pengadilan Internasional,” ungkapnya kembali.

Sekretaris Presidium Alumni 212 itupun mengutarakan tujuannya mencari ‘aktor intelektual’, baik penyandang dananya.

“Untuk kali ini sekalian membawa petisi yang ditandatangani berisikan dukungan membentuk tim pencari fakta, bukan tim investigasi, karena lemah. Soalnya, ini bisa jadi termasuk kejahatan orang berkuasa, kita berkeinginan untuk dibentuk Tim Investigasi Gabungan Pencari Fakta (TIGPF),” terangnya.

“Kita akan terus menerus melangsungkan gelombang, baik secara nasional dan beranjak ke Internasional, hal seperti ini pernah terjadi ketika di masa Orde Lama, di Orde Baru, ini nampak lebih besar lagi,” pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita