by

BTN Akan Jadi Penguasa Pangsa Pasar KPR Bersubsidi Di Tahun 2017

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutive Pusat Kajian Politik Ekonomi BUMN, Ferdinand Situmorang.SE mengemukakan, keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank BTN, Jumat (17/3) yang memutuskan dan merubah susunan Direksi Bank BTN sebagai upaya untuk memberikan tenaga baru ‘fresh’ menambah speed kinerja bank BTN yang memiliki tugas guna mendukung program pembangunan satu juta rumah sebagai salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berpenghasilan rendah dan menengah. Demikian ungkapnya singkat melalui siaran pers resmi di Jakarta, Rabu (22/3).

“Pemberhentian beberapa Direksi Bank BTN dalam RUPS itu sangat tepat diambil para pemegang saham Bank BTN dalam hal ini pemerintah dan masyarakat. Pemilik saham bank BTN ingin kinerja Bank BTN lebih baik lagi,” paparnya, karena akan berpengaruh pada dividen yang dibagikan ke pemegang saham.

Bahkan, sambung Ferdinand Situmorang.SE, hasil RUPS juga melaporkan pemegang saham BTN terkait aktivitas PKBL atau CSR Bank BTN yang dijalankan selama ini sangat banyak membantu perekonomian masyarakat seperti mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus Mandalika NTB dengan penataan lingkungan, pengembangan SDM dan pembangunan ekonomi. 
“Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo agar BUMN seperti Bank BTN yang telah realisasikan menggunakan dana PKBL membantu pembangunan di daerah luar pulau Jawa,” paparnya.

“Kemudahan pelayanan bank BTN pada nasabah khususnya yang mengajukan kredit kepemilikan rumah untuk jenis rumah bersubsidi dinilai sangat cepat dan baik dalam pelayanan dan sangat lancar,” ungkapnya.

Ferdinand Situmorang meambahkan, kedepan – hal ini akan dirasakan para pekerja pabrik, pedagang pasar serta masyarakat kelas menengah ke bawah. Hal ini sesuai hasil penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Politik-Ekonomi BUMN dalam dua tahun terakhir ini.
 

Berdasarkan hasil riset Pusat Kajian Politik Ekonomi BUMN memperkirakan tahun 2017 akan menjadi tahun keemasan Bank BTN dalam Industri Perbankan. Ini didasarkan pada kinerja Bank BTN yang didasarkan pada Sejak 2015 perseroan telah ditunjuk sebagai Bank pelaksana program Sejuta Rumah untuk Rakyat.

“Hal ini tentu saja dikarenakan reputasi Bank BTN yang sangat baik dalam pembiayaan KPR. pangsa pasar pembiayaan KPR subsidi Bank BTN sebesar 98%. Dua tahun terakhir yang sangat memuaskan sekalipun dalam dua tahun terakhir ini terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional,” tukasnya.

“Bank BTN diprediksi akan terus meningkatkan laba dan aset bank BTN  sejalan dengan pengolahan Bank BTN yang semakin efisien di mana biaya operational bank BTN akan lebih kecil dibandingkan pendapatan operational,” jelasnya.

Hal itu disebabkan kinerja bank BTN yang memuaskan dalam pencairan kredit rumah bersubsidi di kalangan masyarakat yang berpenghasilan nominal 5 hingga 7 juta perbulan di kalangan buruh, tani, nelayan dan secara otomatis mempromosikan kemudahan berurusan di Bank BTN pada teman lainnya artinya biaya promosi akan menjadi lebih turun.

“Hingga di masyarakat Bank BTN seperti Bank nya BURUH TANI NELAYAN (BTN) karena 98% kredit bank BTN lebih banyak diberikan untuk KPR bersubsidi,” tandasnya.

Tahun 2017 dengan backlog perumahan nasional yang diprediksi mencapai 15 jutaan dan lajunya pembangunan infrastruktur serta diikuti pertumbuhan Ekonomi nasional yang diperkirakan akan tumbuh dikisaran 5,2 sd 5,3% yang berdasarkan menurut World Bank (WB) bukan tidak mungkin akan mencapai 6% sesuai harapan Presiden Joko Widodo. 

“Maka akan terjadi peningkatan pembelian rumah bersubsidi oleh masyarakat dan tentu ini sebuah pangsa pasar bagi Bank BTN dan bisa jadi pangsa Pasar bank BTN di sektor pemberian kredit Perumahan akan mencapai 45 persen di sektor Industri Perbankan,” pungkasnya singkat.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × five =

Rekomendasi Berita