by

Cebiana Nur Andini: Puan Berhati Baja (Sebuah puisi untuk ibu)

-Puisi-57 views

 

Asmaralokamu bak berkendara di atas batu cadas

Tak lurus ataupun mulus
DemiNya kau tahan segala rasa
Meski merembah bulir bening yang kau usap dalam sujud penuh cinta

Sering kau temukan pelita merajuk di tengah malam buta

Suaranya menjerit memekakkan telinga
Mengingatkanmu jika pundi pundi harta tak cukup untuk menebusnya

Duh … Penat pun mendatangimu meski kau enggan

Mentari mulai tersenyum indah padamu
Kemelut hari mulai menerpa akal sehat
Kerapuhan kau balas dengan kebisuan tanpa keluh kesah

Menatar rumpun dengan segala keterbatasan tak sedikitpun membuatmu bosan

Kadang … Rusuh hati mencuat ketika palang merah menghampirimu
Ragamu bertutur lemah tapi duniamu merongrong cahya

Merongrong dapur pengap yang kau jaga

Dzikir pagi petang kau hidupkan demi penjagaanNya atasmu dan keluarga

Puan … gelarmu mempesona
Tak ada keteguhan yang mampu bersanding denganmu

Hanya dengan bersandar padaNya jalanmu terbentang
Meski gelapnya ruang menghimpit rongga dada yang sesekali menyesakkan

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 11 =

Rekomendasi Berita