RADARINDONESIANEWS. COM, EDMONTON, KANADA – Masjid Al-Ikhlas Centre, masjid pertama yang dibangun atas inisiatif komunitas Indonesia di Kanada Barat, resmi diresmikan di Edmonton, Alberta, Kanada, pada Sabtu, 1 Agustus 2026 waktu setempat. Peresmian berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Masjid tersebut dibangun atas prakarsa Indonesian Muslim Community in Edmonton (IMCE) dengan dukungan penggalangan wakaf yang difasilitasi Cinta Quran Foundation.
Pembangunan masjid didanai melalui partisipasi lebih dari 200 ribu wakif dari Indonesia dan sejumlah negara, serta dukungan berbagai mitra penggalangan dana, komunitas diaspora, lembaga, dan korporasi.
Panitia menyebut dana yang berhasil dihimpun mencapai 1.140.446,09 dolar Kanada atau sekitar Rp14,6 miliar.
Peresmian dihadiri Konsul Jenderal Republik Indonesia di Vancouver Nina Kurnia Widhi, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Fatih Karim, pengurus IMCE, serta Nikita Willy dan Indra Priawan. Acara tersebut menjadi penutup rangkaian safari dakwah yang digelar di enam kota di Kanada.
Konsul Jenderal RI di Vancouver Nina Kurnia Widhi mengatakan kehadiran Masjid Al-Ikhlas Centre diharapkan menjadi ruang yang mempererat persaudaraan masyarakat Indonesia di Kanada sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Kanada melalui nilai perdamaian, toleransi, dan kemanusiaan.
Masjid Al-Ikhlas Centre merupakan masjid ketiga di luar negeri yang dibangun melalui program Cinta Quran Foundation setelah Jepang dan Australia.
Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Fatih Karim mengatakan pembangunan masjid tersebut merupakan hasil kolaborasi masyarakat yang memanfaatkan instrumen wakaf.
“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah bangunan, tetapi meresmikan harapan. Masjid Al-Ikhlas Centre adalah bukti bahwa ketika umat bersatu, batas negara bukan lagi penghalang untuk menghadirkan manfaat,” kata Fatih.
Masjid berkapasitas sekitar 100 jamaah itu tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan Islam bagi komunitas Indonesia di Kanada Barat.
Berbagai program yang direncanakan meliputi pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan keluarga, pengembangan generasi muda, kegiatan sosial, hingga dialog lintas budaya.
Nikita Willy dan Indra Priawan yang mengikuti safari dakwah di Kanada berharap masjid tersebut dapat menjadi ruang yang memperkuat persaudaraan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Pengurus Cinta Quran Foundation menyatakan pengembangan kawasan Masjid Al-Ikhlas Centre akan dilanjutkan melalui rencana akuisisi properti di sebelah masjid.
Lahan tersebut direncanakan menjadi bagian dari Islamic Centre Indonesia di Kanada Barat yang akan menampung berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Peresmian Masjid Al-Ikhlas Centre menjadi salah satu inisiatif diaspora Indonesia dalam menghadirkan fasilitas ibadah sekaligus memperkuat aktivitas sosial dan pendidikan bagi komunitas Muslim di Kanada Barat.[]









Comment