by

Danramil 0824/18 Bersama Pok Tani Mulyo Kencong Terima Study Banding

RADARINDONESIANEWS.COM, JEMBER – Jember. Kedelai adalah komoditas yang permintaannya sangat tinggi di masyarakat. Biji kedelai tersebut digunakan untuk industri pengolahan tempe atau tahu. Permintaan yang besar tersebut dipenuhi dengan impor kedelai dari luar negeri.

Guna meningkatkan produksi kedelai tersebut maka 60 orang Perwakilan Kelompok Tani dari Jawa Tengah dipimpin oleh Kabid Budidaya Tanaman Pangan Dinas Pertanian Jawa Tengah Ir Nuswantoro Setyadi Pradopo, MM pada Kamis 01/09/2016 Pukul 10.00 Wib mengadakan study banding Kelompok Tani Pengembangan Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) ke Kelompok Tani Mulyo Ds Wonorejo Kec Kencong Kab Jember.

Pada study banding tesebut hadir Ketua Kelompok Tani Mulyo Sdr Sudarjo, beserta seluruh anggotanya sekitar 32 orang serta pendamping diantarnya Ka Upt Pertanian, Danramil 0824/18 Kencong Kapten Inf Pujianto, Babinsa dan PPL se Kec Kencong.

Pada kesempatan tersebut Sudarjo menyampaikan selamat datang kepada para tamu dari Jawa Tengah serta menjelaskan terkait berbagai pola pengembangan kedelai yang dilakukan oleh Kelompok Tani Mulyo yang masuk pada program upaya khusus padi, jagung dan kedelai dalam mewujudkan swa sembada pangan.

Lebih lanjut Sudarjo menegaskan bahwa pada upaya khusus program ketahanan pangan ini pelibatan PPL bersama babinsa sangat membantu petani dalam mengembangkan produksi kedelai di kelompok taninya rata-rata produksi bisa mencapai 4-4,5 ton per hektar.

Danramil 0824/18 Kencong saat kami konfirmasi disela-sela kegiatan tersebut menyampaikan bahwa untuk Pok Tani Mulyo ini dengan lahan keseluruhan sekitar 40,2 hektar ditanami kedelai, hal tersebut tentunya untuk memperkuat pasokkan kedelai di Kab Jember

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Muhammad Nas SIP saat kami konfirmasi secara terpisah menjelaskan bahwa Kab Jember ini memang salah satu daerah lumbung pertanian di Jawa Timur, sehingga pada program ketahanan pangan saat ini selalu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Untuk itu dengan pelibatan TNI AD dalam hal ini Babinsa yang ditugaskan mengadakan pendampingan bersama PPL tentunya sudah kita instruksikan untuk lebih all out dalam menjalankan tugas pendampingan tersebut.

Upaya-upaya peningkatan produksi pertanian dengan tehnis tanam maupun pengolahan lahan kita upayakan diadakan percepatan dengan mesin-mesin pengolahan yang ada di Brigade Pertanian sehingga petani kita lebih bersemangat, lebih efisien dan sejahtera yang bermuara pada pencapaian target produksi tahun 2016.

Muhammad Nas menegaskan bahwa Kabupaten Jember target produksi yang dicanangkan tahun 2016 diantaranya padi 164.617 ton gabah kering sawah, jagung 485.000 ton pipil kering, kedele 25.565 ton.
Semoga apa yang disampaikan oleh Kelompok Tani Mulyo dapat menjadikan bahwn masukan bagi kelompok tani dari jawa Tengah yang sedang study banding, dan bermanfaat dalam mewujudkan swa sembada pangan secara nasional. (sis24)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − three =

Rekomendasi Berita