by

Demi Generasi Lebih Baik, H.Al Mansur Hidayatullah, Lc Dukung Pemprov DKI Jual Saham Bir

H.Al Mansur Hidayat, Lc
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, melaporkan bahwa minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan, sitosis hati, pankreatitis, bunuh diri, kekerasan dan cedera karena kecelakaan. Alkohol juga dikaitkan dengan kanker mulut, hidung, laring atau pangkal tenggorokan, kerongkongan, usus, hati, dan payudara pada kaum perempuan. Hal ini dikatakan H. Al Mansur Hidayatullah melalui sambungan selular, Sabtu (9/3/2019).

Ketua DPD PKS Jaksel ini menegaskan bahwa partainya tetap konsisten sejak awal dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang akan menjual saham bir yang dimiliki oleh pemprov sebelumnya. 

Dikatakan Al Mansur bahwa saham Pemprov DKI di produsen bir sangat sedikit unsur pembangunannya, sebaiknya uang yang diinvestasikan di saham bir dipakai untuk pembangunan yang lebih bermanfaat bagi warga DKI Jakarta.

“Dana Rp 1,2 triliun yang diparkir di perusahaan bir, bisa dipakai membangun sekolah, dengan jumlah lebih dari 100 sekolah,” tambah Al Mansur. 

Al Mansur menyayangkan dan risih mendengar ada aspirasi mayoritas warga Jakarta untuk menjual saham bir oleh Pemprov DKI, Gubernur sudah OK tetapi dihalang – halangi oleh para wakil rakyat  yang duduk di DPRD.

Caleg PKS No Urut 4 ini menegaskan, jika ada perwakilan rakyat DKI yang duduk di DPRD tidak setuju melepas saham bir karena masalah keuntungan, semestinya hal itu tidak perlu terjadi. Pemprov DKI masih bisa mencari solusi untuk mengumpulkan dana dari tempat lain.

“Dana saham pemprov DKI yang sudah parkir sejak 1970 di perusahaan bir itu akan lebih bermanfaat apabila dijual dan uangnya digunakan untuk pembangunan Jakarta. Ini jauh lebih bermanfaat bila kita gunakan untuk pembangunan bagi masyarakat, apalagi dengan ukuran APBD DKI sekarang.” ujarnya.

Al Mansur menilai kurang pantas bahwa ibu kota negara dengan Muslim terbesar di dunia punya saham di perusahaan bir, sangat tidak masuk akal. Jakarta itu jauh lebih membutuhkan investasi pada air bersih daripada ‘air keras’.

“Kita ini harusnya memproduksi sesuatu yang bisa diminum anak-anak kita.  Nah sekarang kira – kira adakah orang tua yang menginginkan anak-anaknya minum bir, pasti tidak ada kan? ” Ujar Al Mansur.

Ditegaskan Al Mansur bahwa kepemilikan saham pemprov DKI Jakarta di perusahaan bir itu lebih banyak unsur negatifnya daripada manfaatnya sehingga lebih baik dilepas. Dengan begini, Pemprov secara tidak langsung mendukung keberadaan peredaran minuman beralkohol di Jakarta dan Indonesia. 

“Sudah banyak kejadian buruk yang timbul akibat minuman beralkohol, jangan sampai DKI juga dituduh punya andil dalam kekacauan yang disebabkan minuman beralkohol karena telah menyertakan modal di salah satu produsennya.” Imbuh Al Mansur.[]

Comment

Rekomendasi Berita