Demo Pati Ricuh, 64 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Jateng1469 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, PATI —  Kerusuhan yang terjadi saat aksi demonstrasi Pati pada Rabu (13/8/2025) mengakibatkan 64 warga harus mendapatkan perawatan medis. Mayoritas korban mengalami sesak napas akibat tembakan gas air mata yang dilepaskan polisi untuk membubarkan massa.

Situasi memanas ketika aparat kepolisian yang mengamankan aksi terpaksa menembakkan gas air mata. Kepanikan membuat warga berdesakan di tengah kerumunan, sehingga beberapa orang terhimpit. Sejumlah anak-anak juga menjadi korban, bahkan beberapa di antaranya harus dievakuasi ke rumah sakit.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menyebutkan, sementara ini terdapat 34 korban luka yang dirawat di RSUD Soewondo Pati. Luka yang dialami bervariasi, mulai dari lebam hingga robek di bagian kepala akibat lemparan benda keras.

“Sementara ada 34 dirawat di RSUD, rata-rata lukanya lebam, kepala bocor, atau robek akibat aksi anarkis. Tidak ada korban jiwa seperti informasi yang beredar di media sosial,” ujar Artanto seperti ditulis Beritasatu.com, Rabu (13/8/2025).

Sementara, dokter jaga RSUD Soewondo Pati dr Ali Muslihin menjelaskan, sebagian pasien sudah diperbolehkan pulang setelah perawatan singkat. Namun, enam orang masih menjalani rawat inap, termasuk satu anggota aparat.

“Dari sekian pasien, enam dirawat inap. Kondisi mereka sadar, hanya sempat mengalami syok akibat berdesakan dan terpapar gas air mata,” terangnya.

Berdasarkan data terbaru, korban tersebar di beberapa rumah sakit di wilayah Pati. Total 64 warga harus mendapat perawatan medis usai aksi demo yang berujung ricuh tersebut.[]

Comment