by

Dengan Menyebut “Media Abal-Abal”, Camat Kaur Utara Lecehkan Profesi Wartawan

RADARINDONESIANEWS.COM, BENGKULU – Diduga tidak memahami tata cara kepemerintahan, seorang Camat dengan berani menyebut media dengan sebutan abal-abal. Pernyataan camat ini sangat mengejutkan saat Media Go Bengkulu berkunjung ke Kantor Camat Kaur Utara, untuk menanyakan tentang Tapal Batas Kecamatan dan Tapal Batas Desa.

Sangat disayangkan pernyataan camat Kaur Utara Susnayati S, sos yang  melecehkan profesi jurnalis. Menurut salah seorang wartawan media, GO BENGKULU, Camat Kaur utara mengatakan bahwa para wartawan atau media yang belum laporan ke pihak kecamatan Kaur Utara untuk Liputan.

Menurut Camat Kaur Utara, setiap wartawan atau media masa harus terlebih dahulu lapor ke pihak kecamatan, kalau tidak lapor Camat, maka media tersebut abal-abal atau tidak jelas alias Bodrek. Padahal menurut AIDIL wartawan GO BENGKULU, sebuah media cetak dan online.

Tidak harus lapor ke pihak Kecamatan, setiap media berhak meliput di mana saja untuk mendapatkan informasi demi kepentingan publik sebagaimana yang telah diatur dalam undang undang thn 1945 dan Undang undang Pers Nomor 40 Thn 1999, apalagi menurut AIDIL, mereka sudah menyampaikan surat tembusan ke HUMAS PEMDA KAUR, DPRD, KEJARI, PENGADILAN DAN POLRES KAUR, itu sudah lebih jelas Menurut Aidil.

Menurut wartawan, mereka sudah memperlihatkan surat tugas dan ID Card PERS, yang sah dan jelas sudah diakui ke absahanya tapi entah kenapa camat Susnayati bilang harus lapor dulu ke Kecamatan. Media manapun tidak diwajibkan lapor ke pihak kecamatan.

“Sangat disayangkan bahwa sebagai seorang camat yang menjadi figur fublik dan sebagai orang nomor satu di kecamatan kurang memahami tugas dan fungsi media serta kurang bersahabat dengan para awak mediaā€¯, ujar Wartawan GO Bengkulu. (Irlis s).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =

Rekomendasi Berita