by

Dhelta Wilis S.ST: The Real Islam

Dhelta Wilis S.ST, Penulis

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sob… “Kamu Islam apa?” Kamu mah Islamnya beda ya? Aku sih islam biasa aja, yang sesuai dengan budaya indonesia. Ngga usah fanatik-fanatik amat lah. Kita kan bukan Islam Arab.


Adakah yang pernah mendapat pertanyaan seperti itu? Jawaban yang munculpun beragam “Saya Islam Kejawen” atau “Saya Islam golongan Kanan”, “ Islam Arab”dan masih banyak lagi golongan-golongan yang disebutkan. Kesannya seperti tersekat-sekat ya sobat. Tapi begitulah fakta yang terjadi ditengah-tengah masyarakat kita. Nah… bagi kamu yang ngakunya remaja harus melek nih tentang pelabelan golongan Islam di dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu pelabelan untuk kaum muslim yang lagi hits banget loh, Ngga kalah hits nya sama Kiki Chalenge dan Bowo TikTok. “Islam Nusantara” begitu label yang sedang diboomingkan. Kalau mendengar kata Nusantara pasti yang muncul dalam benak kita adalah sabang-merauke, adat istiadat, ragam bahasa, ragam suku, ragam makanan, dan ragam pakaian. Betul ngga?

Taukah Kamu?

Islam Nusantara muncul sebagai upaya untuk mensejajarkan Islam dengan adat istiadat dan budaya di Indonesia. Sehingga ajaran Islam dianggap bisa disesuaikan dengan budaya lokal. Budaya dan adat istiadat di Indonesia sangat beragam. Kita bisa buka kembali di mata pelajaran sejarah, geografi dan seni budaya. Akan kita dapati banyak sekali keragaman di Negeri ini, puluhan bahkan hingga ratusan corak keberagaman. 

Nah… pertanyaannya sobat, apakah kebudayaan-kebudayaan tersebut selaras dan sejalan dengan Islam?

Islam adalah agama yang sempurna, diturunkan oleh Alloh melalui Nabi Muhammad SAW. islam diturunkan lengkap dengan pedoman hidupnya yaitu Al-Qur’an dan As Sunnah. Jadi sumber aturan hidup manusia seharusnya bertumpu pada apa saja yang diperintahkan oleh Alloh ya Sobat. Bukan bertumpu pada budaya lokal. 

Coba deh kita ambil contoh keberagaman di negeri ini, pakaian adat untuk perempuan yang banyak sekali bentuk dan macamnya. Akan kita dapati perbedaan yang sangat menonjol dengan pakaian muslimah yang diperintahkan Alloh SWT. Kita sebagai muslimah mempunyai kewajiban untuk menutup aurat dan mengenakan Jilbab ketika keluar rumah. Jika kita memakai cara pandang Islam Nusantara maka sudah bisa dipastikan pakaian adat yang tidak menutup aurat diperbolehkan untuk kita pakai. . 

Selanjutnya, Islam Nusantara mengajarkan kepada kita untuk menerima ajakan doa bersama antar agama, pernikahan beda agama, merayakan natal, imlek dan seterusnya. Sedangkan Islam melarang kita untuk menerima budaya kufur yang tidak sejalan dengan Islam. Karena sudah jelas pedoman di dalam Islam adalah Al-Qur’an dan As Sunnah. Pun sama dengan adat istiadat seperti sesajen, sedekah laut, sedekah bumi, ruwatan dan lain-lain yang diklaim sebagai cara beribadah kepada Alloh SWT. Padahal Alloh SWT melalui RasulNYA tidak pernah mencontohkan cara beribadah yang disandarkan dengan adat istiadat. 

Satu lagi nih sobat, tentang pernyataan salah satu petinggi Ormas Islam, Yahya Staquf : “Islam Nusantara itu adalah agama sejati, Islam Arab adalah agama abal-abal dan Penjajah”. Faktanya Islam Nusantaralah yang sebagian ajaran dan prakteknya justru melenceng jauh dari ajaran Nabi Muhammad yang orang Arab. Jadi yang abal-abal dan buatan penjajah itu Islam yang dibawa Rasul atau Pak Staquf ya Sobat? Bisa kita simpulkan sendiri ya. 

The Real Islam

Nah… kalau sobat di tanya “Kamu Islam apa?” Tinggal dijawab “Saya Islam yang sesungguhnya alias The Real Islam”. Didalam Al-Qur’an, Alloh Maha Pencipta tidak pernah membagi kelompok Islam A, B atau C termasuk Islam Nusantara ini. Alloh SWT berfirman dalam Q.S Ali Imron ayat 85 

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ 

“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi”

Alloh tidak menyebutkan Islam A, B, C sampai Z yang akan diterima melainkan hanya Islam. Rasululloh saat mendakwahkan Islam di Mekkah juga tidak pernah membeda-bedakan Islam Mekkah atau Islam Madinah. Oleh karena itu sobat kita harus mewaspadai makna ganda dari Islam Nusantara ini. Bukan kita tidak cinta dengan Nusantara (Indonesia) ya. Justru wujud cinta tanah air kita akan terwujud jika kita menerapkan The Real Islam di Negeri tercinta ini.

Rasulullah SAW Bersabda : 
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Sobat… Islam adalah agama Rahmatan Lil’alamin. Islam tidak membedakan antara muslim di Jawa, Sunda, Bali, Batak bahkan muslim di Palestine, Rohingya, Malaysia, dan negara-negara lainnya. Kita adalah satu tubuh. Penerimaan kita terhadap Islam adalah wujud kepasrahan menerima apa yang diperintahka Alloh dan RasulNYA. Islam memang muncul di arab dan Al-Qur’an memakai bahasa Arab tapi bukan berarti Alloh tidak mempunyai maksud menurunkan Islam di tanah Arab. 

So.. sudah saatnya nih remaja cerdas menyatukan pemikiran dan perasaannya untuk menangkal ide-ide yang sengaja dibuat untuk memecahbelah Umat Islam. Seperti yang dilakukan oleh MUI Sumatera Barat dan beberapa daerah lainnya yang menolak ide “Islam Nusantara”.  Waallahu ‘alam bishowab.

Penulis adalah  Islamic Social Worker

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − two =

Rekomendasi Berita