Dipraktiskan, Inovasi BPJS Kesehatan Berikan Kemudahan

Daerah, Kep. Nias2552 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menggelar kegiatan utilisasi review Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) bersama Rumah Sakit Umum (RSU) Bethesda, Selasa (16/08/2022).

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Dona Rumondang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk evaluasi dalam pelaksanaan kesehatan yang telah dilakukan selama semester I Tahun 2022 dan berharap akan ada tindak lanjut dari pihak RS atas hasil pertemuan ini.

“Utilisasi review dilaksanakan dalam rangka evaluasi kinerja pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh RS selama semester I Tahun 2022. Kegiatan ini merupakan media kita berdiskusi dan menyamakan persepsi terkait pelaksanaan pelayanan kesehatan. Diharapkan setelah kegiatan ini, pihak RS berkomitmen penuh terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Mengawali pemaparannya, Dona memberikan apresiasi kepada RSU Bethesda terhadap absensi klaim. Ia menjelaskan, dignosa penyakit terbanyak untuk rawat jalan dan rawat inap selama semester I.

“Apresiasi kami sampaikan kepada RSU Bethesda atas absensi klaim N-1 dengan maturitas 97%. Dapat disampaikan pula terkait dengan diagnosa penyakit terbanyak untuk rawat inap selama semester I adalah thypoid fever dan untuk rawat jalan adalah kontrol ulang penyakit kronis. Secara umum terjadi tren penurunan unit cost RITL selama semester I,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Dona menyampaikan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan yaitu Digitalisasi Iterasi Peresepan Obat Kronis di FKRTL pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (DIPRAKTISKAN).

“Sesuai dengan namanya, pengambilan obat kronis kini lebih praktis. Pasien penyakit kronis dapat langsung mengambil obat untuk bulan kedua dan ketiga ke apotek atau Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) tanpa harus konsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis/Sub Spesialis. Pasien cukup membawa salinan resep yang terlebih dahulu telah dituliskan “iter 2 kali” untuk pengambilan obat dengan harapan DIPRAKTISKAN dapat memberikan kemudahan bagi peserta,” jelasnya.

Perwakilan manajemen RSU Bethesda, Overius Zalukhu mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di RS. Dirinya juga memberikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan atas inovasi DIPRAKTISKAN yang dapat memberikan kemudahan pelayanan obat kronis kepada peserta.

“Kegiatan utilisasi review ini merupakan sarana evaluasi bagi kami dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan kepada peserta. Terdapat beberapa hal yang akan kami tindak lanjut sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan serta kepuasan peserta. Kami juga sangat menyambut baik atas inovasi DIPRAKTISKAN. Inovasi ini pastinya akan sangat memudahkan pasien dalam mengambil obat kronis dengan alur layanan yang lebih disederhanakan,” imbuhnya.

Reporter : Albert

Comment

Rekomendasi Berita