by

Disebut Sarang Prostitusi, Hotel Alexis Terancam Ditutup

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hotel Alexis disebut-sebut sebagai tempatnya untuk bisnis prostitusi terselubung. Bahkan tempat hiburan itu akan ditutup karena sudah terkenal akan bisnis esek-esek dan surga bagi kaum Adam.

Mencuatnya kabar mengenai Hotel Alexis sebagai tempat untuk bisnis prostitusi, terjadi pada debat perdana Pilkada DKI Jakarta, 13 Januari 2017 lalu. Paslon gubernur nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, Basuki Tjahaya Purnama alias Kokoh Ahok, kurang tegas memberantas dugaan prostitusi di hotel tersebut.

Hotel yang terletak di Ancol itu digunakan untuk hiburan orang dewasa. Bahkan pengelola hotel menyebut Alexis adalah taman impian untuk kaum adam. Di tempat tersebut beragai hiburan tersedia seperti Xis Karaoke, 4Play Clun & Bar Longue, dan BathHouse Gentlemen Spa.

Kabar mengenai prostitusi di Hotel Alexis yang terletak di Jl. R.E. Martadinata No. 1, Jakarta Utara memang sudah menjadi rahasia umum. Bahkan Koh Ahok mengatakan, pemerintahnya belum dapat menutup bisnis prostitusi terselubung di hotel tersebut karena tidak ada bukti.

Berbeda dengan Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono. Dia mengatakan Alexis berpotensi (terancam) ditutup oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Potensi ditutup ini karena tempat hiburan itu sudah mendapat surat peringatan satu.

Dikatakan, jika ada tempat hiburan yang melakukan pelanggaran maka akan diberi peringatakan keras. Jika peringatan tersebut sudah dua kali maka lebih baik ditutup.

Sumarsono menjelaskan sanksi penutupan pada tempat hiburan yang melakukan pelanggaran bertujuan memberi waktu agar tempat hiburan itu melakukan perbaikan. Dia mengaku tahu beberapa tempat hiburan di Jakarta yang telah mendapat surat peringatan, tapi dia tidak tahu detailnya.

Mengenai Hotel Alexis, menurut Sumarsono berpotensi ditutup secara paksa. Hal ini dikarenakan sudah banyak laporan tentang hotel tersebut mulai dari penggunaan obat-obatan terlarang hingga prostitusi. Pemprov DKI akan melakukan tindakan tegas karena sudah mendapat peringatan pertama.[tb]

Comment