Dr Imam Shamsi Ali, Lc: Gencatan Senjata Iran–Israel Rapuh, Ketegangan Global Belum Mereda

Internasional335 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK — Direktur Jamaica Muslim Center New York, Dr Imam Shamsi Ali, Lc, menilai kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat masih sangat rapuh dan berpotensi kembali memicu konflik.

“Gencatan senjata dua pekan ini lebih merupakan jeda strategis, bukan solusi permanen. Potensi pengkhianatan terhadap kesepakatan itu tetap terbuka,” ujar Shamsi Ali.

Ia menjelaskan, konflik yang terjadi saat ini telah membawa dampak luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah tetapi juga pada stabilitas global, terutama di sektor ekonomi. Lonjakan harga energi, kata dia, telah memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di berbagai negara.

Menurut Shamsi Ali yang juga dikenal sebagai tokoh Muslim Indonesia di Amerika Serikat, perang yang terjadi saat ini pada dasarnya merupakan agresi Israel terhadap Iran dengan dukungan penuh Amerika Serikat. Iran, dalam posisinya, dinilai lebih bersifat defensif.

“Selama ini narasi yang dibangun seolah-olah ini adalah ‘perang Iran’. Padahal faktanya, Iran adalah pihak yang diserang dan kemudian melakukan pembelaan diri,” Ujar Shamsi melalui rilis, Kamis (8/4/2026).

Ia menambahkan, ketegangan ini tidak hanya menimbulkan korban sipil di berbagai wilayah, tetapi juga mengguncang jalur ekonomi global, termasuk ancaman terhadap Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.

Dalam proses menuju gencatan senjata, Iran mengajukan sejumlah poin penting, mulai dari komitmen non-agresi, pencabutan sanksi, hingga jaminan kebebasan navigasi. Kesepakatan tersebut bahkan disebut “workable” oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun demikian, Shamsi Ali yang juga Presiden Nusantara Foundation mengingatkan bahwa keterlibatan Israel menjadi faktor utama yang membuat kesepakatan ini sulit dipercaya sepenuhnya.

“Kita harus realistis. Sepanjang sejarah, komitmen dalam konflik seperti ini sering kali dilanggar. Karena itu, gencatan senjata ini harus disikapi dengan sangat hati-hati,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dinamika politik domestik di Amerika Serikat yang turut memperkeruh situasi. Tekanan publik terhadap Presiden Trump dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri, termasuk dalam konflik tersebut.

Lebih jauh, Preaiden Nusantara Foundation New York ini menilai posisi Iran dalam konflik ini menunjukkan ketahanan yang kuat, baik secara militer maupun diplomasi.

Hal ini, menurutnya, menjadi faktor yang memaksa tercapainya kesepakatan sementara.

“Gencatan senjata ini ibarat secercah harapan di tengah kecemasan global. Dunia berharap ini menjadi pintu menuju perdamaian, meski risiko eskalasi tetap ada,” katanya.

Diketahui, Imam Shamsi Ali merupakan ulama asal Indonesia yang kini menetap di New York dan menjabat sebagai Direktur Jamaica Muslim Center serta Presiden Nusantara Foundation. Ia dikenal aktif dalam dialog lintas agama dan isu-isu global.[]

Comment