by

Elis Trusina, S.T: Dompet Ku Langsing, Kebun Petaniku Kering

Elis Trusina, S.T
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kenaikan harga kembali kita rasakan, seperti di beritakan oleh media online – Pemerintah mencari upaya mengendalikan kenaikan harga bawang putih yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan. Kenaikan harga bawang putih diketahui terjadi hampir di seluruh wilayah.Tercatat, kenaikan harga bawang putih di beberapa pasar tradisional bahkan mencapai 100%. 
“Bawang putih saja ya yang harganya agak tinggi. Coba tanya BPS (Badan Pusat Statistik) deh. (Kenaikan) saya lihatnya nasional,” ujar Direktur Jenderal Perdagangan dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (19/3/2019). 
Menko Darmin Sebut Impor Bawang Putih Tunggu Izin KemendagKemendag Belum Terima Rekomendasi Bulog Soal Impor Bawang Putih.Bulog Siapkan Rp500 Miliar Impor 100 Ribu Ton Bawang PutihNaiknya harga bawang putih disebabkan minimnya stok, yang diakibatkan belum adanya izin impor yang diberikan oleh Kementerian Pertanian untuk tahun ini.
Tjahya mengatakan, mayoritas atau sebanyak 90% kebutuhan bawang putih selama ini berasal dari impor. Meski demikian, pemerintah belum memutuskan akan membuka keran impor kembali untuk mengendalikan kenaikan harga bawang putih.
“Itu tadi (dibahas) mengenai beras, bawang putih juga jagung. Soal bawang putih, kita lihat kemungkinan iklim yang terjadi nanti ke depannya sehingga ini (impor) setop, masih ada enggak, gitu. Langkahnya ya, kan itu (bawang putih) 90% impor ya,” tuturnya. 
Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan, pemerintah sudah menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk menjaga ketersediaan pasokan bawang putih agar tidak sampai terjadi kelangkaan. Langkah ini diproyeksikan mampu menekan harga bawang putih di pasaran. 
“Ya bawang putih kan memang sudah mau penugasan kepada Bulog ya, tapi tidak seluruhnya. Tadi pak Menko mengatakan sekitar 100.000 ton, seperenam dari 600.000 ton,” ucap Hendriadi. [https://economy.okezone.com]
Realita di atas bisa di rasakan langsung oleh para ibu yang berkecimpung di dunia masak – memasak, pernah saya jumpai dulu bawang putih/merah di jual dengan kemasan kecil dengan harga Rp. 100., saat ini sudah tidak bisa saya temukan. 
Dari tahun ke tahun selalu ada cerita harga di balik seru nya memasak, membicarakan harga jadi penasaran, bagaimana cara Rasulullah dan para sahabat (Khulafaur Rasyidiin) dalam memenej harga, secara yang saya pahami Rasulullah adalah Penguasa pada masa Nya yang di lanjutkan oleh para sahabat. Ada Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim, “Wahai Rasulullah tentukanlah harga untuk kita!” Beliau menjawab, “Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga, penahan, pencurah, serta pemberi rizki. mengharapkan dapat menemui Tuhanku di mana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta. 
Isi Kandungan dari hadits tersebut: pertama “Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga” jelas sekali bahwa kenaikan harga harus terjadi secara alami, artinya harga akan menyesuaikan dengan proses pasar, sebagai contoh kisah yang sangat popular bahwa rasulullah dalam berjualan selalu jujur dengan mengatakan harga modal barang. 
Kedua Rasulullah sangat hati – hati dalam menjalankan habluminannas, dimana Rasulullah selalu menjaga supaya tidak ada yang terzalimi, karena jika Rasulullah menentukan ataumematok harga maka aka nada pihak yang di rugikan seperti saat ini para petani lah yang di rugikan (terzalimi) dengan ada nya oprasi pasar untuk menentukan harga.
Begitulah Rasulullah sebagai penguasa pada masaNya jauh berbeda dengan rezim gagal saat ini. Dan Penguasa seperti Rasulullah hanya bisa di jumpai dalam sistem islam yang menerapkan islam kaffah (totalitas). Allaahu a’lam bi ash-shawab.[]
Penulis adalah anggota AMK

Comment

Rekomendasi Berita