by

Elok Sri Mulyati*: Bersimpuh Antara Dosa dan Penyesalan (Sebuah Puisi Di Keheningan Malam)

-Puisi-55 views

 

Keheningan nan sunyi di sepertiga malam… saat raga bertelanjang jiwa

Menemani diri dalam kesendirian
berselimutkan aura kurengkuh dingin
Namun belaian-Mu datang menghangatkan

Kuintip sang rembulan begitu mesra bersama bintang dengan cahaya indah memancarkan terang

Seakan mengisyaratkan
Agar hamba tetap tegak dan terus bertahan menapaki puing puing kebaikan

Kugenggam semangat tiada sirna dan kuhempas penyesalan…
Kuketuk hari demi hari lalu menghujam jiwa jiwa

Bulir air mata deras mengalir tak ku rasa

Karena salah dan dosa yang pernah hadir dalam raga

Di relung hati yang paling dalam,  bergejolak rasa begitu mencekam

Bukan karena gelap dan gulita malam
Tapi sebuah lintasan dan kelalaian akan kewajiban

Sedangkan ajal begitu ku sadar selalu mengintai tanpa bosan

Kusadarkan diri mendekat dan mengharap pertolongan iman
Menuntun diri tuk tegak dan terus menapaki jalan

Jalan nan penuh ampunan dan kasih sayang  dari yang Mahakasih dan Maha rahman

Bening buliran air mata menetes
menyadar diri yang hina ini
Tentang sebuah kealpaan dan lalai yang pernah menyeruak dan terlakoni

Jiwa pun tertunduk dan bersujud di hadapan MU

Menengadah dan ku julurkan tangan kepada MU,  ya ilaahi robbi

Dengan segumpal rasa sesal dengan semua yang telah terjadi

Meski malu, jiwa tetap berharap ampunan MU yang begitu luas tetap Kau beri untuk diri ini

Sungguh betapa diri dan jiwa ini yakini bila Engkau Mahapengampun

Atas segala amal kekhilafan yang pernah terselip dalam diri

Harapku mendalam, tuntunlah hamba melekatkan diri dalam pelukan ketaatan
dan berjuang bersama di bawah panji Islam.

 

*Mahasiswi, Member of Revowriter

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + 8 =

Rekomendasi Berita