by

Elok Sri Mulyati*: Pesta Gay, Bukti Kegagalan Sistem Sekularisme Mengatur Kehidupan

-Opini-93 views

 

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Miris! Sekaligus mengelus dada, jagat maya kembali dihebohkan dengan maraknya pesta seks sesama jenis. Betapa tidak para pelaku adalah pemuda berusia 20 hingga 40 tahun. Mereka seolah tidak lagi memikirkan baik buruknya dampak yang akan terjadi. Diduga para tersangka terinspirasi oleh kegiatan sejenis di Thailand. Bahkan mereka juga sudah memiliki komunitas baik WhatsApp maupun instagram. Beruntung pihak berwajib segera menggerebek pesta yang dilaksanakan di sebuah apartemen baru-baru ini.

Seperti dilansir republika.co.id, saat diperiksa lebih lanjut para penyelenggara kegiatan tersebut diketahui sudah enam kali menggelar acara sejenis. Yusri mengatakan, modus dan permainan yang dilakukan pun sama. Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka usai menggerebek pesta seks homo yang berlangsung di sebuah apartemen di Kuningan, Jakarta Selatan (29/8/2020).

Agaknya rezim tak mampu mengatasi semua persoalan ini. Tak mampu mengerem, apalagi menekan banyaknya korban berjatuhan. Bahkan pesta seks sesama jenis ini telah berkembang menjadi gaya hidup.

Pesta gay sendiri sudah sering digerebek oleh pihak berwajib namun, para pelakunya dilepas kembali karena tidak ada pasal pidana yang mampu menjerat mereka. Bahkan upaya untuk menjerat mereka dengan legal kandas di tangan MK yang menolak pemidanaan para pelaku.

Dalam laman pemberitaan CNN Indonesia, Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi pasal kitab undang-undang hukum pidana tentang zina dan hubungan sesama jenis, Kamis (14/12). Dalam pertimbangannya, hakim menyatakan ketentuan tersebut telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Meskipun demikian, terdapat perbedaan pendapat dari empat orang hakim yang menangani uji materi tersebut. Keempat hakim itu menyatakan ketentuan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mendasarkan pada norma agama dan sinar ketuhanan.

“Mengadili, menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Ketua Majelis Hakim Arief Hidayat saat membacakan amar putusan di ruang sidang MK, Jakarta.

Sebab, dalam pertimbangannya, hakim menyatakan keinginan pemohon itu mengharuskan MK membuat ketentuan perundang-undangan yang baru. Padahal hal itu bukan menjadi kewenangan MK, melainkan DPR dan presiden sebagai pembentuk UU.

Demikianlah, segala problematika umat tak akan bisa terselesaikan jika negeri ini masih saja menganut sistem sekularisme. Ideologi kapitalisme tak kunjung mengatasi sekelumit masalah yang semakin hari semakin parah.

Berbeda dengan Islam yang menerapkan syariat secara sempurna sehingga kehidupan manusia tertata dengan baik. Aturan yang berasal dari Allah Swt, Pencipta manusia.

Lantas, bagaimana pandangan Islam terkait persoalan ini?

Di dalam Al-Quran sendiri menyebutkan bahwa perilaku homoseksual yang dipresentasikan kaum Nabi Luth ‘alaihissalam terdapat di beberapa ayat. Allah SWT berfirman,

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

“Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini kaum yang melampaui batas.” (Q.S Al-A’raaf : 81)

Ayat tersebut sudah cukup gamblang menggambarkan betapa manusia melampaui batas. Bagaimana tidak, perbuatan yang jelas haram dalam Islam seolah menjadi hal biasa untuk dilakukan. Bahkan, pelakunya dilaknat dan layak mendapat sanksi sesuai syariat Islam.

Rasulullah SAW bersabda, “Dilaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homoseksual).” (HR at-Tirmidzi dan Ahmad dari Ibnu Abbas)

Bisakah kasus homoseksual ini dilenyapkan?

Suka sesama jenis bukanlah suatu penyakit ataupun kelainan. Bukan juga terjadi karena faktor genetik. Seperti halnya kedustaan yang sering mereka lantangkan. Melainkan ini adalah perbuatan munkar yang dimurkai oleh Allah Swt. (Lihat Q.S An-Naml : 55).

Seyogiyanya kita sadar! Sungguh kasus ini merupakan bagian dari perang peradaban yang diroketkan oleh kaum Barat. Diterapkan dengan menggunakan ideologi kapitalisme. Mereka menginginkan peradaban kita terkoyak, terhambur, dan hancur. Maka dari itu, sudah semestinya kita menolak homoseksual.

Tragedi ini tidak bisa dihentikan hanya dengan seruan atau kekuatan seadanya. Terlebih sistem sekularisme yang memiliki panggung kekuasaan yang sangat luas. Mereka miliki dana besar untuk memperluas kekuasaan.

Oleh sebab itu, hanya kekuatan alam yang mampu mengungguli mereka sehingga kasus ini bisa dilenyapkan, yakni kekuatan yang bersumber kepada aturan sempurna dari Sang Pencipta alam semesta. Aturan yang akan membuat hidup manusia lebih tertata dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah.

Hendaknya manusia meletakkan kitabullah dan sunnah Rasulullah saw di atas hukum-hukum buatan manusia yang lemah. Terkhusus sistem bobrok sekularisme. Kaum Muslim diperintahkan untuk berhukum pada syariah Allah Swt semata. Wallahu’alam bishawab.[]

*Mahasiswi ULM Banjarmasin, Pegiat Literasi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 5 =

Rekomendasi Berita