by

FPII Bantah Gunakan Logo Berita Lima Tanpa Izin, Ini Penjelasannya

foto/gofur/radarindonesianews.com

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Polemik pemasangan Logo Media Beritalima dalam baliho milik Forum
Pers Independen Indonesia (FPII) yang diprotes langsung oleh Pemilik
logo tersebut, disikapi langsung oleh Sekretaris Nasional (Seknas) FPII
Mustofa Hadi Karya dalam rapat terbatas yang digelar oleh FPII. Dalam
penjelasan resminya, Seknas sudah menentukan jika pencantuman logo
setiap media yang tergabung dalam FPII harus seizin Pimpinan perusahaan
atau Pimpinan redaksi media tersebut.

“Ada media yang merasa tidak diberitahukan logo medianya (Berita
Lima) yang dimasukan ke dalam baliho digital sebagai media yang
mendukung aksi FPII. Padahal sudah diumumkan jauh sebelumnya bagi
wartawan- wartawan yang tergabung dalam FPII, yang siap memasang logo
medianya harus membicarakan terlebih dahulu dengan pemilik media, jika
disetujui, kami sebagai pengurus Setnas FPII akan memasangnya.” jelas
Mustofa Hadi Karya saat dijumpai di bilangan Jakarta Selatan, Selasa  (28/3).
“Jadi para wartawan yang tergabung di FPII harus kordinasi dengan
pimpinan redaksi dan pimpinan umumnya terlebih dahulu sebelum logo
medianya dipasang sebagai aksi dukungan FPII,” ungkap Pria yang biasa
disapa Topan ini.
Topan menuturkan, logo Berita Lima itu dikirimkan ke group FPII oleh
wartawan dari media tersebut dan wajar saja jika kami berpikir dia (yang
memberikan logo) sudah mendapatkan ijin dari pimpinan redaksinya. Namun
terlihat konyol, media tersebut justru membantah dalam judul beritanya
‘Dewan Pers Didemo, Ini Bantahan Berita Lima.’ yang dirilis pada Selasa
(28/3/2017), Sindir Opan.
Menurut Topan, sedikitnya terdapat 200 media se-Nasional (cetak,
online dan Tv local) yang mendukung aksi ke dua Forum Pers Independent
Indonesia (FPII) di gedung Dewan Pers (DP), DPR RI dan Kominfo, kamis
mendatang, 6 April 2017 sebagai aksi penolakan kebijakan DP mulai dari
verifikasi media, QR Code, sampai kepersoalan Panja RKUHP yang dipandang
FPII bisa menjadi persoalan serius terkait dengan kemerdekaan Pers di
Indonesia.

“Oleh karena itulah FPII meminta agar media yang mendukung Aksi kedua
FPII menunjukan dukungan tersebut dengan bersedia menyertakan logo
medianya dalam Baliho Digital FPII.” jelas Topan.
Namun, polemikpun muncul ketika PT Media Berita Lima, selaku pemilik
media “Berita Lima” dalam situsnya merilis pernyataan sikap menolak
Logonya dicantumkan dalam Baliho dukungan Aksi FPII itu. “Berita Lima
bukan merupakan anggota dari gerakan tersebut dan meminta agar pihak
yang mencantumkan nama serta logo Berita Lima segera mencabut dan tidak
menyebarkan selebaran tersebut dengan mencatumkan nama Berita Lima,”
tegas Pemimpin Redaksi sekaligus CEO Berita Lima, Moch. Efendi, melalui
siaran pers, Selasa (28/3/2017).
Dengan tegas, Ketua Setnas FPII-pun menyatakan sikapnya terhadap
Berita Lima, bahwa FPII tidak akan pernah mencantumkan logo media-media
dalam baliho digital tanpa ada ijin dari Pemilik maupun pimpinan media
untuk dukungan aksi “Wartawan / Media Independen Menggugat” yang digelar
FPII.
“Jika kami mengetahui wartawan Berita Lima yang menyerahkan Logo
tersebut tidak mendapat izin pemilik, maka tentu saja kami tidak akan
mencantumkan Logo Berita Lima dalam baliho digital,” Jelas Topan
menegaskan.
“ini hak jawab kami tentang pemberitaan Berita Lima dalam situsnya
tersebut yang menurut saya sangat kurang pas dalam membuat pernyataan
yang sudah dipublikasikan, seharusnya pimpinan media tersebut bisa lebih
bijak dan santun, kami juga bersahabat dengan saudara Efendi pimpinan
Berita Lima.” Pungkas Topan. (Hw)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 3 =

Rekomendasi Berita