by

Furqon Bunyamin Husein: Membangun Perdamaian Dengan Konsep Dan Strategi

Furqon Bunyamin Husein(Tengah), Pemred.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Damai dan atau perdamaian merupakan karakter mendasar yang harus ada dalam hidup dan kehidupan manusia. Tanpa perdamaian maka kehidupan akan hancur karena pertumpahan darah yang terjadi antar manusia, suku dan bangsa yang saling menjajah.
Untuk itulah perlu upaya komprehensif menyusuri arah perdamaian sejati. Lalu dari mana awal upaya tersebut dilakukan?
Pertama, harus ada sebuah komunitas dan atau organisasi yang solid dengan struktur dan kinerja yang jelas dan dukungan bukan saja dari satu negara. Komunitas dan atau organisasi tersebut berdiri dengan anggota dan atau pengurus dari seluruh masyarakat dunia.
Dari segi organisasi, HWPL, sebuah organisasi perdamaian yang bermarkas di Korsel dapat merepresentasikan tujuan tersebut namun dari segi keanggotaan harus dilakukan perombakan dengan menambah keanggotaan dari negara lainMasing-masing anggota yang berasal dari suatu negara nantinya menjadi masukan bagi HWPL untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan langkah-langkah strategis. 
Persoalan perdamaian sebuah negara dikonsep secara matang untuk kemudian diimplementasikan sesuai situasi dan kondisi negara tersebut. Pengimlementasian langkah-langkah dan kebijakan ini tentu saja dengan mengikutsertakan pejabat terkait di negara tersebut secara legal sehingga program dapat berjalan secara masif. Keikutsertaan pejabat suatu negara juga dimaksudkan untuk menggalang kekuatan finansial yang sangat mendukung berjalannya program dan kebijakan tersebut.
Kedua, konsep dan strategi perdamaian. Sebuah organisasi tidak akan berarti dan berdaya guna di mata publik tanpa konsep dan strategi. Oleh karena itulah, organisasi harus memiliki konsep dan strategi yang jelas.
Konsep perdamaian harus terukur tanpa harus meninggalkan kesan mengubah pemikiran keagamaan penganut sebuah agama. Perdamaian yang hendak kita tawarkan kepada dunia adalah membantu menyelesaikan konflik yang terjadi melalui mediasi dialog dan memberikan pemahaman bahwa perbedaan pandangan keagamaan merupakan keniscayaan yang memang harus ada. Perbedaan menjadi sebuah kenyataan yang harus diterima oleh manusia sebagai sebuah anugrah yang justeru harus disyukuri. Perbedaan ras, agama dan suku merupakan sebuah ketentuan dan menjadi takdir bagi manusia dan tidak bisa dielakkan. 
Bagaimana konsep perdamaian itu dapat diwujudkan? Untuk mewujudkan konsep sebuah perdamaian itu diperlukan strategi. Strategi yang paling baik adalah membuat program  universal tentang perdamaian yang meliputi pendidikan, dialog dan kerjasama antar umat beragama.
Dalam pendidikan, sejatinya harus ada pembelajaran tentang perdamaian yang dibuat secara sistematis melalui kerangka kurikulum seagaimana mata pelajaran lain yang ada di sekolah mulai dari SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Pendidikan menjadi tempat yang strategis membangun perdamaian. Melalui pendidikanlah perdamaian secara sistematis dapat kita wujudkan dalam hubngan antar agama, intra-negara dan atau antar bangsa di dunia. Secara serius, organisasi perdamaian harus menitikberatkan proyeksi kerjanya di bidang yang satu ini dan fokus pada pemahaman tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
Dialog menjadi bagian penting dari sebuah strategi mencapai perdamaian. Konflik yang terjadi antar agama dan antar bangsa hanya dapat diselesaikan melalui jalan dialog. Dialog yang adil tentu akan menghasilkan sebuah rumusan damai yang disepakati mereka yang berkonflik tanpa berperang dan saling bunuh.
Selain dialog, strategi yang dapat menjadi alternatif dalam kaitan mewujudkan perdamaian adalah memberi ruang kerjasama dalam suatu usaha kehidupan bagi mereka yang berbeda dari segi agama, kewarganegaraan dengan dasar keadilan.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + eight =

Rekomendasi Berita