by

Garda 212 Sikapi Pernyataan La Nyalla Mattaliti Terkait Mahar 40 Milyar

Ustadz Sambo(keempat dari kanan) saat knferensi pers di Kemang,Jakarta Selatan.[Nicholas/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Tidak terpilihnya La Nyalla Mattaliti sebagai Cawagub di Pilkada Jatim berbuntut polemik berkepanjangan. Hal ini diawali pernyataan La Nyalla terkait dana 40 milyar yang diminta Partai Gerindra sebagai mahar bagi pencalonan dirinya sebagai cagub di Pilkada tersebut.
Sehubungan dengan hal tersebut, alumni 212 menggelar Konferensi Pers di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2017) untuk memberi penjelasan agar isu mahar 40 milyar tidak menjadi bola liar yang kemudian membuat keruh keadaan khususnya terhadap hubungan baik alumni 212 dengan Gerindra, PKS dan PAN, tiga partai yang selama ini terjalin apik.
Dalam konferensi pers 212 yang sekaligus deklarasi Garda 212 itu, Ustadz Sambo mengatakan, Gerindra memiliki 3 syarat utama untuk calon yang disungnya di Pilkada Jatim ini. Syarat tersebut antara lain; Kapasitas calon yang diusung, Elektabilitas, dan kemampuan calon untuk memenangkan Prabowo dalam pilpres 2019 bila calon yang diusung tersebut menang dalam pilkada.
Hal yang sama diakui ustadz Sambo. Dirinya pernah mengajukan tiga nama calon cagub namun hanya satu yang diterima. Hal ini tambahnya, karena Gerindra memiliki persyaratan yang memang harus dipahami oleh calon yang akan diusungnya.
Terkait permintaan Gerindra sebesar 40 milyar kepada La Nyalla Mattaliti di Pilkada Jatim 2018, ustadz Sambo menyebut sebagai hal yang wajar mengingat tingginya biaya Pilkada Jatim dengan 68.000 TPS lebih.
Ustadz Sambo juga meminta agar isu La Nyalla Mattaliti tidak menjadi bola liar yang akan memperkeruh keadaan khususnya di kalangan alumni 212.
“Kami tidak ingin pernyataan La Nyalla Mattaliti dijadikan bola liar yang akan memecah alumni 212.” Imbuh Sambo.[GF] 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × one =

Rekomendasi Berita