by

Gelar Konferensi Pers, Direktur RSUD Gunungsitoli : Kami Tidak Ada Niat Meng-Covidkan Pasien

 

RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli Kabupaten Nias menggelar konferensi pers terkait pelayanan penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19 di RSUD Gunungsitoli, Rabu (4/11).

Tampak hadir pada konferensi pers tersebut, Direktur RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, Struktural, Dokter, SPI, Kepala Instalasi, Kepala Ruangan dan para perawat.

Dalam pemaparannya, Direktur RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, dr. Julianus Dawolo, M.Kes menjelaskan jika RSUD Gunungsitoli adalah bagian dari satuan tugas penanganan Covid-19.

“RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias adalah bagian kecil dari satuan tugas penanganan Covid-19 di Kepulauan Nias. Kami hanya memeriksa,” ucapnya dihadapan para insan media.

“Kami dan seluruh staf, perawat disini merasa sedih. Saya bersumpah kepada Tuhan yang Maha Kuasa bahwa kami tidak ada niat meng-Covidkan pasien. Kami justru mau kalau tidak ada pasien Covid,” tutur lebih lanjut Direktur RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias itu.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias, dr. Hotman Purba mengungkapkan jika pihak rumah sakit telah memiliki dua alat pendeteksi virus Covid-19.

“Di RSUD Gunungsitoli terdapat dua alat pendeteksi covid, yaitu TCM (Tes Cepat Molekuler) dan PCR (Polymerase Chain Reaction),” ungkap Hotman.

Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah dengan sengaja meng-Covidkan pasien.

“Kami telah disumpah dan kami juga punya hati nurani. Tidak ada niat kami untuk meng-Covidkan pasien, memang itu hasil lab nya,” tandas Kabid Pelayanan RSUD Gunungsitoli.

dr. Hotman Purba mengatakan, terdapat 421 orang telah dinyatakan positif melalui hasil pemeriksaan alat TCM dan PCR.

“Hingga saat ini alat tersebut (TCM dan PCR-red) telah mengeluarkan hasil positif Covid-19 sebanyak 421 orang dengan rincian 275 orang berasal dari Kota Gunungsitoli; 18 orang dari Kabupaten Nias; 87 orang dari Kabupaten Nias Selatan; 20 orang dari Kabupaten Nias Barat; dan 21 orang dari Kabupaten Nias Utara. Sedangkan yang sudah meninggal terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 10 orang dan saat ini terdapat 9 orang yang sedang dirawat,” tuturnya.

Kepala Bidang Keuangan dan Perencanaan RSUD Gunungsitoli, Yuntriman Harefa, SST mengatakan bahwa bantuan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias sangat minim.

“Forkada harusnya bertanggungjawab untuk mendukung kami di RSUD Gunungsitoli dalam melakukan pelayanan Covid-19, namun yang terjadi dukungan dari pemerintah Kabupaten/Kota sangatlah minim. Bila bantuan dalam bentuk barang yang telah diberikan kepada kami dikonversikan ke bentuk uang, maka Pemerintah Kabupaten Nias membantu kurang lebih Rp. 360.000.000; Pemerintah Kota Gunungsitoli kurang lebih Rp. 30.000.000; Kabupaten Nias Selatan kurang lebih Rp. 13.000.000; Kabupaten Nias Barat kurang lebih Rp. 13.000.000; sedangkan Kabupaten Nias Utara kurang lebih Rp 6.000.000 dan Provinsi Sumatera Utara hanya membantu kurang lebih Rp. 1.300.000.000,” jelasnya.

Diakhir penjelasannya dr. Julianus Dawolo mengatakan bahwa hingga saat ini RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias belum mendapatkan bantuan dari manapun dalam bentuk uang dan berharap tokoh publik tidak memberikan pernyataan tanpa konfirmasi dari RSUD Gunungsitoli.

Reporter : Albert

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five + 4 =

Rekomendasi Berita