by

Heidy Sofiyantri: Stop Phobia Terhadap Islam

Heidy Sofiyantri
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Lagi… lagi… dan lagi… Penyerangan terhadap kaum muslim seakan tak pernah berhenti, kaum muslim dibantai, menjadi tertuduh, dan menjadi korban dalam banyak peristiwa.
Baru-baru ini kaum muslim di Selandia Baru menjadi korban kebiadaban ketika mereka sedang melakukan sholat jumat dihujani dengan peluru hingga merenggut 50 nyawa kaum muslim. Memang jauh sebelum tragedi Christchurch, masyarakat muslim di Selandia Baru telah mengalami Islamophobia, mereka menghadapi banyak perkara dan komentar rasis yang ditujukan kepada mereka. 
Pada tahun 2016, kepala babi dikirimkan ke Mesjid Al Noor oleh seorang penganut supremasi kulit putih lokal. 
Selain diSelandia Baru, juga terjadi di Brimingham, Inggris. Ada seorang pria bersenjata palu godam merusak 4 mesjid, menghancurkan kaca jendela mesjid (BBC News). 
Pemimpin partai sayap kanan Denmark, juga membakar salinan Al-Quran. Hal ini dia lakukan sebagai bentuk protesnya atas sejumlah muslim menunaikan sholat jumat di depan gedung parlemen negara tersebut. (Republika co.id).
Islamophobia juga terjadi di Indonesia, yaitu dengan dilakukannya pembubaran-pembubaran pengajian, tabligh akbar dan juga diskriminasi terhadap para ulama. 
Islamophobia terjadi memang diciptakan untuk menebar ketakutan terhadap simbol-simbol islam dan ajaran islam. Ketakutan kaum kafir terhadap islam sudah sangat mendarah daging. 
Islamphobia bersifat struktural dan didukung negara, secara formal menginformasikan bagaimana lembaga publik media dan pemerintah memperlakukan umat islam.  Saat ini telah mencapai tahap di mana umat islam dianggap sebagai ancaman dan berpotensi menjadi penjahat yang melakukan kekerasan dan menjadi teroris. Islamophobia bisa dikatakan seruan perang yang tak dideklasrasikan. 
Bagaimana cara menghentikan Islamophobia?  Hanya dengan menerapkan islam secara kaffah, karena Islam berasal dari wahyu Allah dan membawa rahmat bagi seluruh alam. Sebagai hukum yang fitrah, menentramkan dan membawa damai bagi semua manusia.[]
Allah SWT berfirman, “Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”. (TQS : Al Anbiya:21:107).
Sungguh umat butuh perisai yang akan melindungi kaum muslim dan mensejahterakan umat manusia. Bukti sejarah penerapan Khilafah yang meniscayakan khalifah mengayomi semua agama dan ras hingga tidak ada xenophobia(takut terhadap keberadan orang asing). 
Dalam naungan Khilafah umat manusia hidup sejahtera aman dan damai bukan hanya bagi umat islam tapi bagi seluruh alam. Wallahua’lam bi showab.[]
Penulis adalah anggota komunitas Muslimah Rindu Jannah, Jember

Comment

Rekomendasi Berita