by

Hermida Idris*: Remaja Muslim Rusak Akibat Penerapan Sistem Sekuler

Hermida Idris
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Baru-baru ini beredar di media sosial video mesum berdurasi 29 detik berasal dari siswa SMK bulukumba dengan sebutan Skandal Blitz (Flash) Handphone, hal itu dikarenakan ucapan si perempuan, mirisnya mereka lakukan masih dilingkungan sekolah, keduanya Nampak masih menggunakan seragam sekolah yang dilakukan di atas meja, si perempuan tampak menggunakan jilbab berwarna putih dan berpakaian berwarna biru dan seperti pakaian disalah satu sekolah di bulukumba hanya rok hitam yang di angkat naik sampai pada keatas perutnya (berita-indo.com.). “dari penjelasan awal, pelajar perempuan dan laki-laki yang terlibat dalam video mesum yang beredar itu mengaku berpacaran,” kata Bery Via telepon, kamis, 13/06/2019 (m.liputan6.com.).
Artinya: “dan janganlah kalian mendekati zina , sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra:32).
Orang yang berpacaran belum tentu melakukan Hubungan seksual (zina) akan tetapi semua zina itu berasal dari para aktivis pacaran. Beda yah dengan orang yang di perkosa sebab disitu ada perilaku pemaksaan yang tidak diinginkan oleh salah satu pihak. 
Tujuan dari pendidikan islam itu sendiri adalah untuk mendidik manusia menjadi muslim sempurna yang mempunyai keimanan dan ketakwaan yang seluruh aktivitasnya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. (Ahmad tafsir: 2003,12)
Sistem sekuler merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk memisahkan Agama dari kehidupan. Dan kemudian sangat bertolak belakang dengan sistem khilafah sebab dalam khilafah negara menjadi pihak yang bertanggungjawab untuk dapat menjamin kesehatan, pendidikan dan lainnya.
Penerapan sistem sekuler disegala hal kehidupan  baik itu dari segi hukum maupun pendidikan akan mengancam rusaknya identitas islam pada generasi dengan semakin banyaknya materi yang bertentangan dengan islam masuk dilingkungan sekolah. Selain itu, hukum yang berlaku juga tidak sesuai dengan hukum islam melainkan hukum yang sudah diterapkan oleh Undang-Undang, contohnya; orang yang melakukan pencurian tidak berlaku hukum potong tangan, kemudian orang yang berzina tidak berlaku hukum razam atupun isolir padahal seharusnya kita terikat dengan hukum Syara (hukum dari Allah SWT) dan bukanlah hukum buatan manusia.
Mirisnya, kegiatan rohis di sekolah serta dakwah di kampus dianggap berbahaya. Bahkan dianggap Radikal. Padahal, kegiatan-kegiatan semacam itu telah terbukti melahirkan remaja-remaja yang paham akan hakikat dan jati dirinya sebagai hamba ALLAH.
Mereka lebih mengutamakan hal-hal yang dapat merusak generasi muslim contohnya dance yang diadakan disekolah ala-ala blackpink bahkan di apresiasi sementara yang melanggar hukum syara tidak dihukum secara Islami.
Dari sinilah kita dapat melihat bahwasannya sistem khilafah lah yang akan mewujudkan negara menjadi aman, damai, dan sejahtera sebab semua hukum yang diterapkan merupakan hukum islam yakni bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist. Dimasa kekhilafahan juga hidup bersama dengan kaum kafir zimmi yang mana mereka tunduk dengan aturan islam kecuali masalah aqidah dan ibadah.[]

*Member Akademi Menulis Kreatif

Comment

Rekomendasi Berita