by

Hujan Deras di Sekadau, Warga Mulai Khawatir Banjir

Banjir kembali landa wilayah tanjung.[ Yahaya/radarindonesianews]

RADARINDONESIANEWS.COM, SEKADAU – Hujan
yang mengguyur Sekadau dalam beberapa hari terakhir membuat Desa
Tanjung digenai air. Tak ayal, rumah-rumah yang yang berada di bibir
pantai Sungai Kapuas menjadi kawasan yang paling rawan banjir.

Rupanya, banjir juga telah masuk ke dalam warung
salah seorang warga, yakni Samsudin Akibat banjir tersebut dia terpaksa
tidak berjualan dan mengamankan barang-barang  yang ada di warung
miliknya.

“Saya tidak jualan, airnya sudah masuk ke dalam
warung. Tadi pagi mengamankan barang-barang takutnya ari naik lagi,”
ujar Ngah Deden, sapaan Samsudin kepada radarindonesianews.com saat mendatangi warung miliknya tersebut, Kamis (25/2).

Dikatakan dia, banjir terjadi sejak tiga hari lalu,
hanya sejak hujan yang mengguyur tadi malam menyebabkan ketinggian air
bertambah hingga menggenangi jalan. “Memang sudah menjadi langganan
banjir hampir setiap tahunnya,” kata dia.

Dia menuturkan, tahun 2004 silam banjir besar
pernah melanda hingga mengamankan barang ke atas loteng rumahnya. “Tapi
sebelumnya juga pernah orang tua dulu merasakan . Kalau saya baru tahun
2004 waktu anak kedua saya lahir,” ungkapnya.

Akibat banjir tersebut kini berdampak pada
perekonomian masyarakat. Ngah Deden mengatakan, saat ini dia sedikit
kesulitan terutama menjual sayur mayur sehingga untuk mendatangi
pelanggan ia menggunakan speed.

Meski dia mengaku sudah terbiasa dengan banjir,
terlebih kawasan tersebut merupakan daerah rawan banjir. Namun, dia
berharap hujan tidak turun agar ketinggian air tidak semakin bertambah.

“Mudah-mudahan tidak hujan lagi. Kalau sempat hujan lagi semakin tinggi airnya ini,” pungkasnya.

Terpisah, Hermanto, Pj Kepala Desa Tanjung
mengatakan, dua ahri terakhir banjir semakin parah dan ketinggian air
mulai bertambah. Saat ini, kata dia, ketinggian air sudah mencapai ke
kolong rumah warga.

“Kalau rumah yang terendam memang belum ada. Tetapi air sudah menggenai sekitar seratusan rumah hanya kolongnya saja,” kata dia.

Sebelumnya, kata dia, Muspika Kecamatan Sekadau
Hilir telah melakukan pengencekan. Saat ini, kata dia, tak hanya rumah
banjir juga telah menggenangi kebun karet warga sehingga hal itu
berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Harapan kami pihak Kabupaten bisa membantu
terutama bagi para petani karet. Apalagi kondisi seperti ini sudahlah
hujan harga karet juga anjlok. Banjir ini semakin mempersulit para
petani,” tandasnya. ( Ngak )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =

Rekomendasi Berita