by

Terlalu Banyak Penertiban Prostitusi, Vhiona Lee Khawatir

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Lokasi hiburan kelas bawah di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara akan dibongkar Gubernur Ahok. Berdalih berdiri di atas tanah negara, kawasan itu akan diubah menjadi ruang terbuka hijau yang memang masih minim di Ibukota.

Rencana penggusuran wilayah yang menjadi lokasi hiburan dan warung remang-remang di malam hari itu, juga menyedot perhatian sejumlah artis salah satunya Vhiona Lee.

“Memang untuk menertibkan sesuatu itu tidak mudah, memang itu lahan hijau ya milik negara, jadi wajar wajar saja kalau dilakukan penggusuran. Cuma saya pribadi tidak setuju kalau dilakukan penggusuran begitu saja, walaupun itu wilayah yang terkenal dengan zona hitam, namun alangkah lebih baik kalau nasib warganya di perhatikan juga,” Ujar Vhiona.

Meski mendukung pembongkaran, Penyanyi yang sempat menjadi model majalah dewasa ini, berharap pemerintah DKI Jakarta memberikan pekerjaan yang layak untuk para penjaja seks di Kalijodo. Sehingga, kata dia, mereka yang tak bekerja lagi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) tetap punya penghasilan. Namun tetap saja rencana tersebut menyelipkan sedikit kekhawatiran bagi Vhiona.

“Saya juga cuma khwatir aja, kalau terlalu banyak penertiban di dunia prostitusi, sedangkan masih banyak yang membutuhkannya itu bagaimana. Ya, fair aja ya, banyak kok yang suka ” jajan” diluar karena faktor kebutuhan. Mungkin dirumahnya istrinya ada sakit atau apa. Nah kalau daerah mereka biasa pakai buat transaksi ini tidak ada lagi. Mau lari kemana?. Semoga saja tidak terjadi kriminalitas, karena tidak tersalurkan, takutnya nanti terjadi perkosaan dimana mana karena gak tahan,” Kelakar Vhiona.

Wacana pembongkaran Kalijodo kembali mencuat setelah terjadi kecelakaan yang menewaskan empat orang di jalan Daan Mogot, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. Sopir Toyota Fortuner yang menabrak pengendara motor hingga tewas diketahui mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk setelah pulang dari Kalijodo.

“Sebagai warganewgara yang baik, saya percaya ajalah kepada pihak pemerintah yang mengatur, saya sebagai warga negara biasa cuma bisa berdoa saja sama berkomentar saja,” tutupnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 2 =

Rekomendasi Berita