by

I Gede Pasek Suardika Kepada SBY: Tak Perlu Mendramatisasi

dok.rol
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono seputar penyadapan pembicaraannya dengan KH. Ma’ruf Amin mendapat tanggapan dari mantan ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika, Jumat (3/2).
Menurut Pasek, klarifikasi mantan Presiden RI Keenam, Soesilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (1/2) 2017 lalu itu justeru malah membangun stigma negatif dan membelokkan masalah terkait penyebutan namanya di persidangan kasus penistaan agama oleh kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Menurut Politisi Partai Hanura yang turut angkat bicara dan berkicau sebanyak 16 kali di akun @G_paseksuardika sebelumnya, meneruskan perspektifnya kalau dalam persidangan tersebut tidak ada kata sadapan,  rekaman,  transkrip. “Tetapi malah bolak balik sebut itu. Ya sama dengan penyebar hoax juga,” tukas Pasek.

Ketua MUI dengan SBY seperti disampaikan Kuasa Hukum Basuki saat persidangan tanggal 31 januari 2017 tersebut bukan berasal dari BIN, namun hanyalah dilansir dari mediaonline liputan6.com, 7 oktober 2016.
Lebih lanjut, cecaran adanya percakapan dengan SBY di mana Basuki meminta Ma’ruf menjelaskan ihwal komunikasinya dengan SBY pada 7 Oktober 2016, Gede Pasek Suardika menanggapi mantan bosnya, Susilo Bambang Yudhoyono,
“Kalau berita yang benar kan yang ada kata komunikasi.Ada bukti dan pertanyaan memancing dengan jam 10.16 menit. Tak perlu mendramatisasi sesuatu serta selalu sebagai lakon terdzolimi, Kasihan rakyat.’Ujar Pasek.

“Ini membangun stigma negatif dan membelokan masalah. Tidak ada kata sadapan, rekaman, transkrip tetapi malah bolak-balik sebut itu. Ya sama dengan penyebar hoax juga. Berita yang benar kan yang ada kata komunikasi.” Imbuh Pasek kepada radarindonesianews.com.[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − 8 =

Rekomendasi Berita