by

Imunisasi Campak MR Di Bangka Barat, Dari 162 Murid, Hanya 2 Siswa Yang Mau

Foto/alif/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, BANGKA BARAT – Sejumlah organisasi profesi kesehatan di Bangka Barat, Rabu, 26/9/2018, berkumpul guna membahas pentingnya pelaksanaan imunisasi Campak MR. Pertemuan ini dianggap penting mengingat capaian pelaksanaan kegiatan ini sampai September 2018,  masih berkisar dibawah 40 persen.
Hal yang lebih memprihatinkan, dalam satu temuan kasus di Muntok, dari  total162 murid di sebuah sekolah, hanya 2 orang siswa  yang mau diimunisasi vaksin ini. 
Pertemuan kemarin difasilitasi Kepala Puskesmas Muntok, Asrul Sani, bertempat di ruang pertemuan puskesmas ini. 
Dibuka oleh perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Bangka Barat dari Bidang P3PMI, Dwi Ratna Ningsih, hadir perwakilan organisasi kesehatan mulai dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bangka Barat,  Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), IAI, IAKMI, PATELKI termasuk perwakilan unsur masyarakat. 
dr. Ratnosopi, perwakilan IDI Kabupaten Bangka Barat, dalam pandangannya menyayangkan munculnya surat edaran dari gubernur Babel terkait permintaan penundaan pelaksanaan imunisasi Campak MR.Hal ini menurutnya salah satu penyebab masyarakat tambah ragu apalagi dalam kondisi pro kontra. 
Karena itu Ratnosopi menyarankan, advokasi kepada kepala daerah perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan ini. Selain itu masyarakat perlu diinformasikan pentingnya pelaksanaan imunisasi ini. 
Kepala Puskesmas Muntok, Asrul Sani, usai pertemuan menjelaskan, rapat tersebut sebagai bentuk dukungan pentingnya kegiatan imunisasi ini. 
“Ini sebagai bentuk dukungan dari organisasi profesi kesehatan terhadap imunisasi MR sekaligus pembahasan dari lintas organisasi ini untuk pelaksanaan tahun 2018,”pungkas Arsul. (Alif F).

Comment

Rekomendasi Berita