by

Inspiratif, Kepala Sekolah Melatih Guru dengan Media Penemuan Mereka Sendiri

Hajerah Kadir, salah seorang fasilitator workshop sedang mencontohkan
pembuatan media kuartet dan lampion kepada para peserta pelatihan.[Mustajib/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, MAROS – Dua Kepala sekolah SD di Maros yang juga fasilitator USAID PRIORITAS melatih para guru pembuatan dan penggunaan media belajar alternatif yang merupakan buatan mereka sendiri dalam bentuk workshop mini setengah hari (26 September 2016).

Samsu Alam, Kepala Sekolah SDN Mambue, memfasilitasi peserta cara efektif belajar matematika tentang pengurangan dengan media sederhana yang ia temukan sendiri, yaitu media domino. Medianya persis seperti domino namun bundaran di domino tersebut diganti dengan angka-angka. Matematika menjadi menyenangkan karena siswa bisa belajar pengurangan sambil bermain seperti layaknya permainan domino. Semua guru sangat antusias belajar membuat media tersebut. “Guru menjadi tahu bahwa mereka sendiri harus kreatif mencari cara-cara alternatif agar pelajaran matematika menjadi menyenangkan. Mereka tidak perlu terlalu terpaku dengan buku paket yang seringkali kaku,” ujar Azmi, Koordinator USAID PRIORITAS Maros.

Hajerah Kadir, Kepala Sekolah SDN 213 Sanggalea, memfasilitasi guru untuk menggunakan media temuannya yaitu kuartet dan lampion yang memudahkan siswa untuk mengidentifikasi budaya yang ada di Indonesia. Media ini juga memiliki Lembar kerja yang berisi petunjuk yang dapat dikerjakan oleh siswa.

Sementara dua Kepala sekolah yang lain, Andi Nensih Kepala Sekolah SDN 39 Kassi memfasilitasi guru bagaimana menggunakan Buku Bacaan Berjenjang sumbangan USAID PRIORITAS dan Abd Azis Kepala Sekolah SDN 189 Camba Jawa memfasilitasi materi Manajemen Berbasis Sekolah.

Inisiatif penyelenggaran workshop mini ini oleh para kepala sekolah ini disambut baik oleh kepala UPTD Kecamatan Bantimurung, H. Musa yang membuka acara tersebut. “Inisiatif kepala sekolah semacam ini luar biasa dan harus terus menerus dikembangkan sehingga antar kita bisa saling belajar dan kemajuan pendidikan bisa merata di sekolah-sekolah di Bantimurung Maros ini,” ujarnya. Peserta kegiatan terdiri atas 12 guru kelas awal dan 12 guru kelas tinggi dan 4 kepala sekolah. Mereka berasal dari SDN 173 Mangangi, SDN 1 Pakalu 1, SDN 12 Pakalli 1 dan MIS JII Bantimurung.[Mustajib]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + three =

Rekomendasi Berita