Iran Telah Merubah dan Membangun Peradaban Dunia

Berita94 Views

“Peradaban dunia ini dibangun dengan ilmu, sains, dan teknologi”

 

Penulis: Amir Kumadin | Alumni IAIN Walisongo Semarang, Direktur Penerbit Intuisi Press, Penulis Lebih dari 15 Judul Buku

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA  – Kita tahu, bahwa peletak dasar- dasar ilmu dan sains yang berkembang sekarang ini sebagian besar adalah para ulil albab, ulama, dan ilmuwan muslim yang berasal dari Persia (‘Iran’).

Itu artinya bahwa dalam arti tertentu, spesifik, khusus, Persia telah berperan penting dan signifikan dalam merubah peradaban manusia dan merubah dunia ini.

Dalam arti umum, tentu yang merubah peradaban manusia dan dunia ini, adalah Islam (wahyu Ilahi Al-Qur-an).

Banyak sekali ulama dan ilmuwan (termasuk sufi, filosuf, dan penyair besar) yang berasal dari Persia. Di antaranya:

Imam Bukhari (Abu Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari [810-870 M]). Imam Muslim (Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj Al-Qusyairi An-Naisaburi [820-875 M]). Imam Abu Daud (Sulaiman bin Al-Asy’ats As-Sajistani [817-889 M]). Imam At-Tirmidzi (Muhammad bin ‘Isa bin Suarah [824-892 M]). Imam Ibnu Majjah (Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majjah Al-Qazwini [824-887 M]). Imam An-Nasaa-i (Ahmad bin Syu’aib bin Ali An-Nasaa-i [830-915 M]). Imam Al-Baihaqi (Abu Bakar Ahmad bin Husain bin Ali Al-Khusrajirdi Al-Baihaqi [994-1066 M]).

Imam Hanafi (Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit bin Zuwatha Al-Taimi Al-Kufi [699-767 M]). Imam Ath-Thabari (Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Al-Amali Ath-Thabari [839-923 M]). Abu Yazid Al-Busthami (Abu Yazid Thaifur bin ‘Isa bin Surusyan Al-Busthami [804-874 M]). Al-Khawarizmi (Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi [780-850 M]). Al-Farabi (Abu Nashir Muhammad bin Al-Farakh Al-Farabi [870-950 M]). Ibnu Sina
(Abu Ali Al-Husain bin Abdullah bin Sina [980-1037 M])

Imam Al-Ghazali (Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali Ath-Thusi [1058-1111 M]). Imam Fakhruddin Ar-Razi (Abu Abdillah Muhammad bin Umar bin Hasan bin Husain At-Tamimi Al-Bakri Ar-Razi ([1150-1210 M]). An-Nizami Ganjavi (Jamaluddin Abu Muhammad Ilyas Ibnu Yusuf Ibnu Zakki [1141-1209 M]). Jalaluddin Rumi (Jalaluddin Muhammad bin Bahauddin Walad [1207-1273 M])

Tahukah Anda bahwa ilmu-ilmu sains terutama matematika, lebih spesifik lagi, algoritma, aljabar, dan aritmatika yang diketemukan dan dibangun oleh Al-Khawarizmi adalah yang menjadi dasar daripada sistem operasi komputer dan ilmu engineering termasuk segala bentuk teknologi mutakhir (teknologi alat perang modern, jet tempur, kapal induk, rudal, dron, satelit, dll) bahkan teknologi Artificial Intelligence (AI)….?!

Demikian juga, lahirnya handphone, internet beserta segala bentuk manifestasinya, baik itu Google, Facebook, Youtube, Tik-Tok, maupun Whats App, dll adalah akibat dan efek dari ilmu algoritma dan aritmatika tersebut.

Tanpa adanya penemuan ilmu/sains matematika oleh Al-Khawarizmi yang ‘kebetulan’ (atas takdir Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa) berasal dari Persia tersebut, maka semua itu, dan segala bentuk alat teknologi yg kita gunakan sehari-hari tidak akan terjadi, tidak akan ada pada hari ini.

Belum lagi, ilmu-ilmu seperti Astronomi, Astrologi, Geografi, Kedokteran, optik (dasar dari teknologi kamera), pendidikan, ilmu tasawuf, filsafat, sastra, ilmu tentang akhlak (moral), ilmu tentang manusia (psikologi humanistik), dll yang diketemukan dan dibangun oleh para ulama dan ilmuwan Persia itu, benar-benar telah merubah peradaban dunia seperti yang kita saksikan dan alami sendiri sekarang ini.

Berapa miliar orang di dunia ini yang telah membaca dan dipengaruhi oleh Hadits Nabi Muhammad saw yang ditulis oleh Imam Bukhari, Muslim, dll?

Berapa ratus penemuan sains yang terinspirasi dan dipengaruhi oleh Hadits Nabi saw, yang dimana sains tersebut telah merubah miliaran manusia di bumi ini?

Berapa miliar manusia di dunia ini yang telah membaca dan dipengaruhi ilmu-ilmu yang ditulis oleh para ulama dan ilmuwan Persia itu? Dan banyak pertanyaan “berapa” lainnya lagi…!

Satu contoh kecil dan nampak sepele, karya An-Nizami, sang penyair besar, Sufi, filosuf, dan alim dalam berbagai disiplin ilmu agama, yakni *”Kisah Cinta Heroik Laila-Majnun”*, telah mempengaruhi para sastrawan dan dunia sastra di Barat.

Satu di antara banyak karya sastra yang sejenis, yang diadopsi dari kisah tersebut, adalah kisah “Romeo dan Juliet” karya William Shakespeare, yang ditulis sekitar tahun 1595-1597 M.

Dari hal-hal kecil seperti itu saja, karya sastra An-Nizami, telah mempengaruhi dan menginspirasi para sastrawan Barat abad pertengahan hingga sekarang ini.

Apalagi yang sudah jelas, begitu riil, dalam bidang sains dan teknologi…!!!

Misalnya dalam bidang teknologi, Sundials (Jam Matahari) yang merupakan alat penunjuk waktu yang menggunakan bayangan (posisi) matahari yang diketemukan Al-Khawarizmi adalah *cikal bakal* dari arloji yang kita pakai sehari-hari saat ini.

Lebih lanjut, Big Boss dan pemilik Meta Platforms Inc, yang memiliki dan membawahi Facebook, WhatsApp, Instagram, Messenger, dan Threads, yaitu Mark Zuckerberg bilang,

“Saya heran kenapa ada orang² yang overdosis mengidolakan saya. Padahal saya sangat mengidolakan ilmuwan Muslim, Al-Khawarizmi.

Tanpa algoritma dan aljabar yang ditemukan Al-Khawarizmi, tidak akan ada Facebook, WhatsApp, Line, Game, dll, atau bahkan komputer sekalipun.

Al-Khawarizmi adalah penemu dan pengguna “angka nol” dalam matematika yang dikenal dengan nama algoritma. Ini termaktub dalam kitab babon (magnum opus) tentang matematika, yaitu “Al-Kitab Al-Mukhtasar Fi Hisab Al-Jabar wa Al-Muqabalah” (825 M).

Eropa saat itu masih barbar dan telanjang (abad gelap). Baru mengenalnya pada tahun 1140 M, kurang lebih 315 tahun setelahnya, atas jasa Robert Chester yang menerjemahkan ke dalama bahasa Latin dengan judul ”Liber Algebras et Almucabola”.

Peradaban Romawi Kuno, Jepang, Tiongkok, Korea, bahkan India sebelumnya tidak mengenal asas, hukum-hukum, dan cara kerja Algoritma itu.

Tak pelak lagi, bahwa dengan bukti-bukti itu, maka bangsa Persia memiliki peran strategis dan begitu penting dalam merubah manusia sejagat raya ini menjadi manusia berperadaban dan berteknologi.

Dengan begitu maka sesungguhnya, dunia berhutang budi pada peradabaan Islam, lebih spesifik lagi, pada bangsa Persia, pada bangsa Iran.

Sekali lagi, satu kalimat singkat yang pasti bahwa Iran telah merubah dan membangun peradaban Dunia.[]

Comment