by

Jendral (pur) Anton T Digdoyo: Ada Yang Pakai Pin PKI di Debat Capres. Aparat Diam Saja?

Jendral (pur) Anton T Digdoyo
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Simbol, logo, pin PKI muncul dan dipakai terang-terangan oleh seseorang berjaket pendukung 01 Joko- Ma’ruf di acara debat capres,  Sabtu (30/3/2019) malam yang lalu. 
Untuk hal tersebut, redaksi meminta pandangan Anton Tabah Digdoyo, seorang Jendral (pur) yang juga pengurus ICMI Pusat dan anggota MUI.
“Ya. Berita tsb sdh sgt viral sjk acara debat capres tgl 30 Maret. Klo hoax ya jubir presiden harus jawab jangan diam saja. Kalo benar, saya harap aparat bertindak tegas karena hal itu telah melanggar UU larangan pki/ faham komunisme di Indonesia,” Ujar Anton memberi penjelasan melalui komunikasi Whatsapp, Senin (1/4/2019).
Anton juga menyatakan keheranan dan merasa geram dengan aparat yang melakukan pembiaran terhadap peristiwa ini.
“Saya heran bhkn geram jika aparat diam saja. Saya juga minta MUI aktif ingatkn pemerintah tentang bahaya komunisme sekulerisme liberalisme pluralisme (sepilis) di Indonesia sesuai tupoksi MUI sbagai penyelamat umat Islam dr ancaman akidah iman dan ancaman fisik. Juga sesuai Fatwa MUI 2005 tentang haramnya faham Sepilis yang sangat kontra Pancasila,” Tambahnya.
Secara de facto dan de jure, lanjut mantan jendrl Polri ini,  jadi ancaman akidah umat islam dan umat agama lainnya yang di era ini komunisme seperti mendapatkan angin.  Padahal faham komunisme dilarang di NKRI. Bukan hanya Tap MPRS 25/66 yo UU 27/99 yang menyatakan hal itu tapi juga KUHP pasal 107a s/d 107f melarang penyebaran faham komunis dalam segala bentuk & perwujudannya, melarang kerjasma dengan lembaga apapn yang brfaham komunisme dengan ancaman hukuman 10 hingga 20 tahun penjara.
Untuk itu Anton yang mantan petinggi Polri ini minta aparat tegas tegakkan hukum jangan biarkan PKI tumbuh di NKRI karena bertentangan dengan pancasila dan sudah berkali-kali buat kerusakan di NKRI. (R)

Comment

Rekomendasi Berita