by

Kajian Muslimah Leces Gelar Kajian Ramadhan Bulan Perjuangan

Anggota Kajian Muslimah Leces saat berfoto bersama
RADARINDONESIANEWS.COM, LECES – Kajian Muslimah Leces menyelenggarakan kajian dengan tema Ramadhan Bulan Perjuangan, Ahad (19/5/2019).  Acara dilaksanakan di Mushola Anwaru Mekkah, Perumahan Jati Permai, Blok Kavlingan Baru. Tepatnya di utara Perum Leces Permai, Leces Probolinggo secara gratis yang dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan, baik pelajar, praktisi pendidikan, hingga ibu rumah tangga dari Probolinggo dan sekitarnya. 
Acara dibuka dengan sapaan hangat ustadzah Cici Juairiyah selaku pembawa acara lalu dilanjutkan dengan pembacaan tilawah Al Qur’an surat Al Baqoroh ayat 185-186 beserta sari tilawahnya oleh ustadzah Irma Hidayati, S.Pd. 
Setelah pembawa acara mengajak hadirin untuk melantunkan sholawat asghil bersama maka tibalah acara yang ditunggu yaitu acara inti yakni materi yang disampaikan oleh Ustadzah Mahida, beliau adalah Bu Nyai Ponpes  Kyai Sekar Al Amri Probolinggo. Pemateri membuka acara dengan mengungkapkan rasa kebahagiaanya yang tak terhingga karena telah diberi kesempatan untuk bertemu dengan para jamaah yang hadir dalam majlis taklim secara Lillah. 
Kemudian pemateri memeparkan fakta atau realita yang ada di bulan Romadhan dimana ada sebagian orang yang memahami bulan Romadhon sebagai bulan ibadah maka perputaran waktu dia gunakan untuk taqorrub Ilallah, mulai perbanyak istiqfar, sholat sunnah, baca quran, i’tikaf dan lain sebagainya. ada sekelompok orang yang bingung mempersiapkan hari rayanya dengan berbelanja keperluan lebaran, renovasi rumah, walau hanya ganti cat tembok, cat kursi, cat pintu yang penting serba baru.
Sebenarnya seperti apa dan bagaimana seharusnya sebagai seorang muslim dalam mengisi bulan Romadhon ini? apakah golongan yang pertama yang benar atau golongan yang kedua?  pemateri menyampaikan bahwa sungguh di bulan Romadhon kita harus meningkatkan seluruh amal kebaikan dan membuang / meninggalkan hal yang tidak manfaat. Bulan puasa itu Allah ingin menunjukkan bahwa sesungguhnya manusia itu lemah sehingga dibulan inilah yang bisa menjadi rem nya manusia untuk berbuat maksiat.
Romadhon bisa dikatakan sebagai bulan ujian. Ketika ada ujian itu pasti ada target untuk naik kelas atau naik tingkatan. Diharapkan dengan adanya bulan Romadhon manusia naik ketakqwaanya pada Allah. Sedangkan ketaqwaan itu ternyata tidaklah cukup ada pada individu saja ( yang penting diri kita baik) karena kita hidup bermasyarakat, ada interaksi sosial sehingga agar kita bertaqwa dengan sesungguhnya dengan sempurna maka lingkungan kita, negara kita juga harus bertaqwa. 
Dan semua itu tidak akan bisa terwujut jika kita sibuk dengan diri kita yang setiap hari mangaji, solat sunnah, perbanyak shalawat, istigfar, dan ibadah mahdoh lainya namun harus ditambah dengan aktifitas dakwah yang berinteraksi dengan ummat. Perlu kita ingat dibulan ini pahala akan dilipat gandakan 70 kali lipat jadi jika aktifitas kita dibulan Romadhon ini kita tambahi maka bisa kita bayangkan betapa besar pahala yang Allah berikan.
Pemateri juga mencontohkan masa kajayaan Islam apa yang dilakukan Rosulullah dan para sahabat dibulan Romadhon tidak hanya ibadah taqorrub Ilallah namun seperti halnya perang badar terjadi di tanggal 17 Romadhon. Thoriq bin ziyad yang menakhlukkan Spanyol dibulan Romadhon dengan ceritanya yang heroik. Taukah kita bahwa Gibraltar itu sesungguhnya berasal dari kata Jabal thoriq yang artinya gunung yang ditaklukkan oleh thoriq bin ziyad bersama pasukanya di bulan Romadhon. saat itu mereka berangkat lewat laut dengan armada kapal. Setelah sampai ditempat maka kapalnya dibakar dengan harspan satu yaitu menang sehingga tidak akan kembali pulang dengan kapal itu. 
Subhanallah begitulah para kaum muslimin pada waktu itu dibulan Romadhon bukan untuk berlemah diri, bukan sibuk untuk jahit baju namun untuk berperang untuk memperluas wilayah Islam, untuk mempertahankan wilayah negara Islam. bagaimana dengan kita mari isi romadhon ini dengan melakukan amal kemakrufan yang paling tinggi yaitu melaksanakan seluruh syariat-Nya. jangan berlaku sebaliknya yaitu melakukan kemungkaran yang tertinggi yaitu dengan meninggalkan syariat-Nya secara keseluruhan. mari kita upayakan agar seluruh syariatnya terterapkan dengan menambah aktifitas ibadah yaitu dakwah.
Setelah itu acara dilanjut antusias pertanyaan dari peserta lalu ditutup dengan doa oleh ustadzah neneng nihayah serta pembagian dorpraiz dan foto bersama. (Reporter Ummu Dzakiyah)

Comment

Rekomendasi Berita