Kampanye Terselubung Khofifah Menuju Jatim 1 Tunggangi APBN?

Berita1919 Views
Ical Syamsudin.[Foto/ist]
RADARINDONESIANEWSCOM, JAKARTA – Sepintas tidak ada yang aneh dengan dipilihnya Jatim sebagai tuan rumah Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) pada 20 Desember 2017 kemarin. Tapi jika diteliti lagi, ada agenda politik yang sangat kental dalam acara tahunan yang menggunakan anggaran negara tersebut. Demikian diungkapkan Ical Syamsudin, Pegiat Anti Korupsi, Lakri, Rabu (6/12/2017).

Terkait hal tersebut, Ical menambahkan, bakal calon Gubernur Jatim, La Nyalla Machmud Mataliti merasa ada keanehan ketika ia mendengar peristiwa itu dan beliau hanya tersipu dan tersenyum manis saja memperhatikan fenomena atas tindakan yang dilakukan mereka itu.

“Kekuasaan memang luar biasa manakala orang tersebut tengah berkuasa dan berniat kembali ingin berkuasa meskipun berkali-kali gagal.” Tegas Ical melalui hubungan whatsapp.

Tentu bukan kebetulan Jatim dipilih sebagai tuan rumah. Sebab, lanjutnya, berkaca 5 (lima) tahun sebelumnya, Kemensos, sebagai penyelengara, selalu menggelar peringatan HKSN di luar Jawa, yaitu Palangkaraya (2016), Kupang (2015), Jambi (2014), Makassar (2013), Ternate (2012).

“Ya namanya juga ‘hari kesetiakawanan’ tentu dipilih daerah-daerah yang ada potensi ‘ketidaksetiakawanan’, dan itu biasanya di luar Jawa. Tapi kenapa tahun ini dipilih Jatim? Apakah ada potensi ‘ketidaksetiakawanan’ di Jatim.? Ujar Ical penuh tanda tanya.

HKSN 2017 di Jatim sambung Ical, jelas urusannya sangat terkait politik yang bisa saja mengarah pada Pilkada Jatim. Penyelenggara HKSN itu Kemensos dan menterinya adalah Khofifah Indar Parawansa yang notabene juga sebagai bacalon Gubernur (lagi) di Jatim.

Menurut Ical yang juga sebagai pegiat anti korupsi di LAKRI ini, dengan uang negara, Khofifah bisa jadi ‘bintang’ di mata puluhan ribu rakyat Jatim. Puncak acara HKSN nantinya diselenggarakan di Surabaya dengan peserta sekitar 10.000 orang.

“Di beberapa kota/kabupaten di Jatim akan ada acara bakti sosial dengan bagi-bagi sembako sebelum acara puncak di Surabaya, 20 Desember 2017. Tidak tanggung-tanggung, bagi-bagi sembako ini akan digelar di sejumlah kota/kabupaten, mulai dari Pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Malang dan terakhir di Surabaya.” Ujar Ical

Menurut Ical, Trenggalek awalnya tidak pernah dimunculkan dalam daftar penerima bantuan tersebut. Dus berhubung Sang Bupati Emil Dardak sudah siap jadi pendamping Khofifah, sontak muncul juga kabupaten itu dalam list pembagian sembako dan pesinetron Arumi Bachsin dilibatkan untuk membagikan sembako.

Mother Risma Menolak!
HKSN 2017 rasa kampanye politik ini tutur Ical, ternyata membuat gerah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang dikenal tegas dan idealis. Menurut info A1, Risma jelas-jelas menolak permintaan 1.000 paket sembako dari penyelenggara dengan menggunakan anggaran Pemkot Surabaya.

Selain urusan duit, Risma juga direpotkan urusan venue puncak acara di Surabaya. Awalnya, Gubenur Jatim, Pakde Karwo, (kadernya Pak SBY/Demokrat) meminta disiapkan tempat di Balai Kota, ternyata tidak cukup untuk 10 ribu orang. Karena tidak mecukupi kapasitas untuk peserta maka dibatalkan.

“Pindah lagi ke Gelora 10 November. Tidak jadi lagi. Geser lagi ke Tugu Pahlawan. Eh… akhirnya terakhir Pakde Karwo maunya di Kodam Brawijaya. Gimana Bu Risma gak kesel coba.” Ujar Ical.

Kalau acaranya bener dan tidak ada muatan politik, lanjut Ical, barangkali Bu Risma mau-mau saja membantu dan direpotkan. Lah ini, acara demi kepentingan Khofifah-Emil dan Demokrat, kok yang disusahin Bu Risma? Kebangeten!

“Lagian Pakde Karwo, yang dulu musuh bebuyutan Khofifah di dua Pilgub Jatim, 2008 dan 2013, kok sekarang repot-repot banget sih? Pengen banget mantan musuh yang sekarang diusung menang yo. Ada apa ya?” Tanya Ical terhadap fenomena Pilkada Jatim ini.[GF]

Comment