by

Kan Hiung Tidak Sepakat 4000 Pulau Dibuka Dan Dikelola Pihak Asing.

Mr Kan Hiung.[Dok/pribadi]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Rencana Menteri Luhut Binsar Panjaitan alias LBP ingin membuka pintu 4000 pulau Indonesia untuk diberi nama dan dikelola oleh pihak asing mendapat kritikan dari Mr. Kan Hiung, Pengamat Politik dan Hukum.

“Kalau sudah diduduki asing, lama-lama ya sudah susah kita ambil kembali, contoh Freeport itu juga jelas milik Indonesia, namun mengapa dari dulu dikuasai oleh AS sampai detik ini ?” Demikian ungkap Mr. Kan Hiung, melalui whatsapp, kepada radarindonesianews.com, Minggu (11/2/2028).

Menurut Mr. Kan Hiung, tindakan tersebut sangat berpotensi tinggi merugikan negara. “Masa kita beri nama pulau saja gak bisa, itu tidak masuk diakal.” Ujarnya.

Ditambahkan Kan, dirinya sebagai rakyat biasa dan  bukan seorang menteri pun siap dan mampu memberikan nama-nama untuk 4000 pulau tersebut. Kecuali untuk mengelola 4000 pulau tersebut kita butuh para ahli dan modal.

“Akan tetapi jika kita belum mampu mengelolanya, alangkah baiknya kita diamkan dulu dan tunggu sampai waktunya kita mampu mengelolanya.” Ujar Pemerhati politik dan hukum ini.

Yang penting lanjutnya, 4000 pulau yang nganggur itu kita amankan, bukan sebaliknya memberikan kepada pihak asing untuk di kutak katik, itu potensi tinggi akan merugikan negara.

Selama 4000 pulau tersebut tambah Kan Hiung, diam dan tidak menghabiskan keuangan negara.”Jika dikelola asing, ya tentu isinya akan menguntungkan asing, kecuali kita menyewakan masih ok lah.”

Kan menambahkan, saat ini sistem kepemerintahan kita masih tampak belum terbuka atau masih amburadul, korupsi masih merajarela, ekonomi masih sangat lemah, jadi saya sangat tidak setuju jika 4000 pulau dibuka untuk dikelola oleh pihak asing.

“Satu hal lagi, baca kembali pasal 33 UUD 1945 menjelaskan bumi, air dan kekayaan alam harus dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, jadi tidak diperbolehkan dikuasai pihak swasta apalagi pihak asing.” Imbuhnya.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − 8 =

Rekomendasi Berita