by

Keamanan Memble Peserta SOTR SMAN 86 Dirampok

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Niat baik melakukan kegiatan sosial ternyata berbuntut
musibah. Hal ini dialami peserta SOTR, yang terdiri dari anak anak
Alumnus dan Pelajar SMAN 86 Jakarta Selatan.
 
Peserta SOTR tak pernah mengira sama sekali bakal mengalamai
perustiwa itu. Karena tahun tahun sebelumnya berjalan aman dan lancar.
Tak pernah terjadi kasus yang ‘menyeramkan’ atau membuat takut tersebut.


Informasi yang dikumpulkan, menyebut, bahwa kejadian berada di depan
Indomaret di Jalan Ir. H.Juanda, tidak jauh dari pos polisi Harmoni.
Ketika itu sekelompok pemuda dan pemudi dengan tiba tiba menyetop dan
menyerang peserta STOR.


Mendapat serangan yang tiba-tiba itu peserta SOTR langsung kaget.
Karena para penyerangan mengunakan senjata tajam, berupa samurai, clurit
dan pisau lipat.


Adelia (19), salah satu korban pemukulan dan perampasan HP dari
sekelompok orang yang tak dikenal mengaku sok. Ia sempat melakukan
perlawanan hinga terjadi tarik menarik tas yang di bawanya. Tapi setelah
ditodongkan senjata tajam jenis pisau, ia pun menyerahkan. Merelakan
HP merk Samsung yang baru 3 bulan dibelinya di sikat para pelaku. 


“Ya semula saya melawan, tapi beberapa orang menghampiri dengan
senjata tajam terhunus, saya jadi takut. Kejadianya pun sangat cepat
mereka merampas HP lalu kabur,” ungkapnya dengan nada kesal bercampur
sedih. 


Dia menambahkan, yang merampasnya adalah seorang perempuan dan
mengaku anak kampung jawa. Dia mengunakan kaos yang biasa digunakan
salah satu pendukung sepak bola berwarna krem. 


“Omongan dia begini. Serahin barang barang lo, kalau mao selamat. Gitu ancamannya kepada saya,” aku Adel. 


Lain halnya dengan Dimas (19) mengalami luka di pelipis kanan. Mata
lebam dan kepala robek dengan luka 15 jahitan akibat dianiaya sekelompok
pemuda tersebut, setelah berhasil mengambil HP merk IPhone 


“Saya mengendarai sepeda motor jenis vespa. Berjalan santai
dibelakang barisan peserta STOR, sudah tau di depan ada ribut ribut eh
tiba tiba saya dipukuli lebih dari 10 orang. Setelah HP dirampas baru
mereka berhenti menganiyaya saya,” jelasnya. 


Sementara itu Ketua Panitia SOTR Bibier mengatakan, Korban Perampasan
kelompok kami ada 12 orang, di antaranya Korban perampasan HP 2 orang,
sepeda Motor 2 orang, korban luka bacok ada 5 orang, 3 kendaraan dirusak.


Kasus yang menimpa kelompok STOR 86 tersebut sudah dilaporkan ke SPK
Polda Metro Jaya dengan tanda bukti lapor nomor
TBL/3143/VI/2016/PMJ/Dit.Reskrimum tgl 25 Juni 2016.


“Semoga polisi dapat mengungkap kasus yang menimpa anak anak kelompok
STOR SMAN 86. Kami berharap pelaku dapat ditindak sesuai hukum yang
berlaku di Negara Republik ini,” kata Bibier. (Badar/bb)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 + 4 =

Rekomendasi Berita