by

Kembali Kepada Syariat, Kunci Terbebas Dari Bencana

 

 

Oleh: Susi Mariam Mulyasari, S. Pdi, Ibu Rumah Tangga dan Aktivis Dakwah

__________

RADARNDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Silih bergantinya bencana tak bisa kita hindari. Bahkan sudah menjadi hal biasa yang terjadi ditengah-tengah kehidupan kita. Diantara bencana yang sudah biasa terjadi diantaranya; longsor, banjir, gempa bumi, tsunami dll.

Tak sedikit diantara bencana tersebut mengakibatkan banyak kerugian baik materil maupun yang lainnya, bahkan tak sedikit juga memakan korban.

Banyaknya bencana yang terjadi ditengah kehidupan kita, tidak bisa kita sikapi dengan apatis atau sikap masa bodoh, melainkan harus kita sikapi dengan serius terlebih kita adalah orang beriman.

Sebagai seorang muslim layaknya kita tadabburi Al-quran terutama surat Ar-rum ayat 41 yang memberikan penjelasan gamblang tentang penyebab bencana yang terjadi. Di dalam ayat itu Allah SWT sampaikan

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS. Ar-rum : 41)

Kalau melihat penjelasan ayat ini, kita bisa pahami bahwa Al-Fasad(kerusakan) yang terjadi ini (bencana) yang melingkupi semua aspek itu disebabkan karena ulah tangan manusia.

Manusialah yang menjadi penyebab utama kenapa bencana atau kerusakan itu terjadi di seluruh aspek kehidupan. Menurut ahli tafsir bahwa ulah tangan manusia yang dimaksud adalah dosa-dosa manusia sebagai akibat dari kaksiatan yang dilakukannya.

oleh karena itu dalam menyikapi banyaknya bencana yang terjadi, kita sebagai manusia harus mawas diri akan dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan dalam kehidupan ini.

diantara kemaksiatan terbesar yang dilakukan manusia adalah menerapkan hukum buatan manusia dan sengaja mencampakkan hukum Allah SWT.

Kita bisa pahami betapa dahsyatnya pengaruh kemaksiatan terhadap kehidupan kita. Bagaimana tegasnya sikap Umar Bin Khattab ketika pada masa kekhilafahnya pernah terjadi gempa.

Ia berkata kepada penduduk Madinah, “wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!”

Oleh karena itu solusi satu-satunya untuk terhindar dari bencana adalah meniadakan penyebab bencana itu terjadi yaitu kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.

Oleh sebab itu kelanjutan dari ayat di atas adalah “supaya kita kembali kepada Allah SWT”

Atau dengan kata lain adalah dengan kembali menjalankan perintah Allah SWT yaitu menjalankan seluruh perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya dalam seluruh aspek kehidupan. Sebab dengan kembalinya kepada syariat Allah SWT, keberkahan akan terjadi sebagaimana Allah SWT sampaikan.

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS: Al-Araf 96).Wallahualam bishowab.[]

Comment

Rekomendasi Berita